Tentang Martin Ruma

Tentang Martin Ruma

Martin Ruma

Guru dan Blogger

Sekelumit Cerita

Hallo teman - teman, terima kasih telah berkunjung di blog sederhana ini. Ini "rumah online" saya. Tempat menyimpan segala hal yang saya lakukan dan pikirkan (agenda). Sengaja tidak menggunakan domain berbayar, dengan harapan selama blog masih ada, catatan ini pun abadi. Usaha sederhana untuk melawan lupa karena usia. Keseharian saya sebagai guru. www.martinruma.web.id adalah blog yang saya khususkan untuk membagikan apa yang saya ketahui tentang menulis, blogging, guru, LDK dan parenting. Fungsinya berbeda dengan blog yang saudara baca saat ini. Ini fungsinya sebagai dokumentasi pribadi, sedangkan www.martinruma.web.id fungsinya untuk berbagi pengetahuan untuk membangun manusia Indonesia yang unggul dan berkarakter.

Dua blog yang saya fungsikan untuk aktivitas berbagi kepada khalayak ada dua. Pertama www.martinruma.web.id dan kedua www.bengkelkata.com. Berisi informasi tentang Kegiatan Belajar dan Mengajar Bahasa Indonesia. Jika sobat tertarik untuk melihatnya silakan langsung klik alamat blognya, setelah itu anda akan diarahkan menuju blog yang dimaksudkan.

Blog ini tidak memiliki tema khusus. Namum, saya membaginya dalam beberapa kategori untuk memudahkan saya atau pun keluarga dalam mencari segala dokumentasi yang saya simpan di sini. Cukup click judulnya saja, keluarga dan para sahabat sekalian akan diarahkan menuju label yang dicari.
  1. Guru
  2. Blogging
  3. Pelayanan
  4. Story
  5. Pramuka
  6. Sekolah Tunas Gading
  7. Sekolah Kanaan Jakarta
  8. Sekolah Kasih Karunia Jakarta
  9. SMTK Bethel
  10. Galeri Foto
  11. Lainnya
Sitemap

Sitemap


Sitemap Martin Ruma

Kegiatan Lingkungan Santo Petrus Volker Tahun 2019 - 2022

Kegiatan Lingkungan Santo Petrus Volker Tahun 2019 - 2022

Kegiatan Lingkungan Santo Petrus Volker Tahun 2019 - 2022
Umat Lingkungan St. Petrus Volker
Lingkungan Santo Petrus Volker merupakan bagian dari Paroki Santo Fransiskus Xaverius Tanjung Priok Jakarta Utara. Prinsipnya selalu mendukung kegiatan dewan paroki Fransiskus Xaverius Tanjung Priok. Dukungan yang diberikan bersifat langsung dan tidak langsung.

Langsung

Kegiatan yang bersifaat langsung adalah kegiatan - kegiatan yang tidak membutuhkan kreativitas atau kebijakan tertentu dari pengurus lingkungan. Melainkan langsung terlibat dalam kegiatan yang disampaikan dewan paroki.

Contoh:

Rekoleksi anak dan remaja. Kegiatan jenis ini tidak membutuhkan kreativitas dari pengurus, tetapi pengurus berfungsi sebagai penerus dan pelaksana teknis sesuai dengan arahan dewan paroki.

Tidak Langsung

Jenis kegiatan ini merupakan terjemahan dari program dewan paroki yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan umat di lingkungan santo petrus Volker. Artinya kegiatan yang dibuat meruapakan kelanjutan dari rencana kerja dewan paroki, namun dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan umat.

Berikut ini beberapa kegiatan tidak langsung dari lingkungan Santo Petrus Volker

Ibdadah Rutin Setiap Hari Rabu atau Kamis

Ini adalah kegiatan rutin di lingkungan santo Petrus Volker. Selain bertujuan meneguhkan kehidupan rohani umat, kegiatan ini juga dijadikan ajang diskuis dan evaluasi segala kegiatan yang sudah maupun akan dilakukan. 

Ibadah setiap hari Rabu dan Kamis pun dijadikan moment untuk tampil dan memimpin. Artinya setiap umat diberi kesempatan untuk belajar memimpin doa, mengangkat lagu, maupun hal - hal yang berhubungan dengan kegiatan liturgi yang lainnya. 

Ini adalah cara yang dilakukan pengurus lingkungan untuk menciptakan kader katolik dimulai dari lingkungan, atau dari komunitas yang paling kecil. Harapannya setelah dirasa cakap dan terampil umat yang bersangkutan biasa ikut ambil bagian dalam kegiatan di paroki maupun kapela MBL. 

Kelas Belajar

Ini adalah program baru (tahun 2019) di lingkungan Santo Petrus Volker. Diharapkan kegiatan ini menjadi brand lingkungan Santo Petrus Volker. Kelas belajar diperuntukan bagi anak - anak dan OMK. Dalam kelas belajar kegiatan beragam; 

  • Literasi digital, (Blogging)
  • Shering pengalaman dari OMK yang sudah memasuki dunia kerja dan mahasisiwa.
  • LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan)
  • Liturgi (Pemazmur, Pemimpin ibadah, dan lain - lain)
  • Lomba - lomba untuk merangsang minat dan semangat anggota

Menyelesaikan PR menggunakan konsep tutor sebagaya.

Kegiatan ini melibatkan sebagian besar umat lingkungan yang memiliki kemampuan di bidangnya. Prinsipnya berbagi dan belajar bersama. Baca : Kelas belajar lingkungan Santo Petrus Volker

  • Doa Rosario
  • Doa Rosario setiap bulan Mei dan Oktober
  • Doa Arwah
  • Doa arwah pada bulan November. Ini termasuk kegiatan rutin di lingkungan.

Pendalaman Iman

Ini adalah kegiatan rutin Komisi Kerasulan Keluarga Keuskupan Jakarta. Paroki Fransiskus Xaverius Tanjung Priok Jakarta Utara; meruapakan bagian dari Keuskupan Agung Jakarta ikut ambil bagian dengan melibatkan seluruh umat di lingungan. Termasuk lingkungan santo Petrus Volker.

Bikers Menyapa

Bikers menyapa merupakan kegiatan yang baru digagas oleh pengurus lingkungan untuk menyapa umat yang lain. Umat yang mungkin jarang terlibat dalam kegiatan lingkungan, umat yang sakit, umat yang baik - baik saja pun disapa. 

Tujuannya ialah mengakrabkan persaudaraan dan kebersamaan umat. 

Secara teknis setiap sebulan sekali, ketua lingkungan menentukan titik kumpul, mengajak umat yang memiliki kendaraan (motor) untuk mengunjungi umat yang lain, konsep ini dilakukan di luar dari kunjungan ketua lingkungan dan pengurus.  

Demikian beberapa kegiatan di Lingkungan Santo Petrus Volker. Kepada seluruh umat di lingungan, mari kita bersama, terlibat dan bersinergi untuk menjadi tim sukses Tuhan di dunia.

Baca juga: 12 Quotes untuk para pelayan

Siapakah Saya Refleksi Diri untuk Pelajar dan Pemimpin

Siapakah Saya Refleksi Diri untuk Pelajar dan Pemimpin

Siapakah Saya Refleksi Diri untuk Pelajar dan Pemimpin
Pertanyaan siapakah saya? seharusnya menjadi pertanyaan reflektif untuk siapapun, tidak terkecuali. Namun tulisan ini diperuntukan bagi pelajar dan mahasiswa yang akan menjadi pemimpin masa depan Indonesia. Jadi segala ilustrasi diperuntukan bagi kelompok umur tersebut. 

Pertanyaan siapa saya, jawabannya merujuk pada peran, tugas dan tanggung jawab yang diemban saat ini. Bukan nama secara personal. 

Contoh

Siapakah saya? 

  1. Jawabannya saya seorang pelajar.
  2. Saya seorang mahasiswa.
Peranyanya sebagai seorang pelajar atau mahasiswa maka tugasnya adalah belajar. Tanggung jawab moralnya adalah menjadi pemimpin bangsa di masa yang akan datang.

Bila seorang pelajar dan mahasiswa benar - benar memahami tugas dan tanggung jawabnya sebagai pelajar dan mahasiswa maka belajar seharusnya menjadi kebutuhan utama karena merekalah yang akan menjadi pemimpin di masa depan.

Kembali pada pertanyaan siapakah saya, maka jawabannya adalah saya seorang pelajar, maka tugasnya adalah belajar karena saya akan menjadi pemimpin di masa depan. Demikian juga dengan mahasiswa tugasnya adalah belajar karena Indonesia menanti anda semua.

Hal - hal yang perlu dipersiapkan dalam taraf belajar adalah kemampuan berpikir kritis, cerdas secara intelektual dan sosial. Mampu berkomunikasi secara baik dan benar. Bila hal-hal demikian yang dibutuhkan maka mahasiswa dan pelajar tidak hanya belajar secara formal di kelas, tetapi juga mau terlibat dalam berbagi organisasi di sekolah dan kampus.     

Jiarah dan Rekreasi Bersama Umat Katolik Santo Petrus Volker ke Kanada

Jiarah dan Rekreasi Bersama Umat Katolik Santo Petrus Volker ke Kanada

Jiarah dan Rekreasi Bersama Umat Katolik Santo Petrus Volker ke Kanada
Jiarah dan rekreasi atau Jiarek merupakan aktivitas yang biasa dilakukan oleh umat Katolik. Bagi umat Katolik Santo Petrus Volker Jakarta Utara, "Jiarek" merupakan kata yang sangat dirindukan.Usaha untuk mewujudkan harapan dan kerinduan umat, maka pengurus lingkungan membentuk panitia Jiarek tahun 2022. Diketua oleh Boy Sinaga, anak muda yang visioner dan memiliki semangat dalam pelayanan. Selanjutnya panitia bekolaborasi dengan beberapa stkeholder terkait dalam usaha menggalang dana dan menyiapkan segala sesuatunya. 
Jiarah dan Rekreasi Bersama Umat Katolik Santo Petrus Volker ke Kanada
Perjuangan panitia membuahkan hasil. Sejumlah uang berhasil dikumpulkan dan keputusan rapat terkait tempat Jiarek pun telah diputuskan. Mayoritas umat Katolik lingkungan Santo Petrus Volker menginginkan kegiatan Jiarek dilaksanakan di Gua Maria Kanada.

"Wou Kanada?" 

Luar negeri dong.

Bukan!

Kanada yang dimaksudkan adalah Gua Maria yang dibangun oleh Umat Katolik Rangkas Bitung Banten dan dibantu oleh suster - suster Fransiskan Sukabumi Jawa Barat.Selain doa bersama, ada jalan salib yang dilakukan oleh umat. Setelah prosesi jalan salib dan doa bersama. Seluruh umat Katolik Lingkungan Santo Petrus Volker makan bersama dan berbagi cerita satu sama lain, sebelum pulang ke Jakarta.
Monas Objek Wisata Sejarah Alternatif Warga Jakarta

Monas Objek Wisata Sejarah Alternatif Warga Jakarta

Monas Objek Wisata Sejarah Alternatif Warga Jakarta
Monumen Nasional atau Tugu Monas adalah monumen peringatan setinggi 132 meter (433 kaki). Terletak di Jalan Medan Merdeka Jakarta Pusat. Didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari penjajah Belanda. 
Diresmikan dan dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975 oleh Presiden Suharto. Pembangunannya dimulai sejak era presiden pertama Indonesia, yakni Sukarno.  

Jakarta sebagai ibu kota negara, memiliki beragam destinasi wisata sejarah. Ada kota tua peninggalan Belanda, Ada Glodok yang kini dikenal sebagai Chinatwon, merupakan catatan sejarah dan peradaban bangsa Indonesia tentang keberadaan Etnis Thionghoa di Indonesia. Masih banyak lagi objek wisata serupa yang bisa dikunjungi oleh warga Jakarta untuk melepaskan lelah setelah bergelut dengan rutinitas harian.

Monas Objek Wisata Sejarah Alternatif Warga Jakarta

Pasca lebaran hari kedua, saya dan suami berkesempatan untuk mengunjungi Monas. belum begitu ramai karena warga Jakarta yang umumnya kaum urban, saat itu sedang mudik di kampung halamannya masing - masing. Suasana jalan yang lancar dari biasanya membuat perjalanan kami ke objek wisata sejarah itu terbilang tanpa hambatan. Menikmati angin sepoi dari ketinggian 433 kaki membuat suasananya semakin romantis saja.Setelah puas dengan berada di ketinggian tugu monas, kami berdua pun mengambil beberapa moment kebersamanan itu melalui kamera ponsel sebagai kenangan perjalanan kami hari itu. (Vina Lamoren)   

Bendera Merah Putih yang Lusuh

Bendera Merah Putih yang Lusuh

Bendera Merah Putih yang Lusuh

Matahari sudah kembali terbit. Tapi entah mengapa, Pak Edward tak kunjung memasang bendera merah putih.

Aneh rasanya, padahal para tetangganya bahkan seluruh warga desa sudah menyilakan bendera merah putih untuk berkibar di depan halaman rumah. Sehari-hari Pak Edward memang sibuk. Sebagai seorang kurir, setiap saat ia harus pergi ke sana kemari demi mengantarkan paket dan kiriman yang sebelumnya dipesan oleh pembeli secara online.

Tapi, ya, jangankan Pak Edward. Semua orang juga sibuk, kok. Dan rasanya siapa pun yang tinggal di Bumi Pertiwi tercinta akan tergerak untuk memasang bendera kebangsaan RI untuk menyambut momentum kemerdekaan. Tidak terkecuali, Pak Edward pasti lebih mengerti.

Kebetulan hari itu adalah hari Minggu. Pak Edward diberi libur kerja dan sekarang ia sedang santai bermain dengan anak semata wayangnya yang baru berusia 8 tahun.

Ya, anak beliau adalah seorang perempuan yang sedang duduk di kelas 3 SD, namanya Riska.

"Ayah, Ayah. Mengapa kok di halaman rumah kita tidak dipajang bendera merah putih? Kan sebentar lagi ada perayaan HUT ke-78 RI?"

"Tidak apa-apa, Nak. Para tetangga juga jarang bertamu. Tambah lagi dengan Ayah, tiap hari Ayah bepergian ke sana kemari. Sudah puas rasanya melihat kibaran bendera."

"Tapi Riska malu, Ayah! Masa teman-temanku bilang bahwa keluarga kita tidak mau mengenang jasa para pahlawan yang dulu berjuang melawan penjajah."

"Lho, Riska kan setiap hari Senin melaksanakan upacara, kemudian juga mengheningkan cipta. Semua itu dilakukan untuk mengenang jasa para pahlawan, kan? Cukup. Ayah mau beli cemilan sebentar."

Lagi-lagi Riska tidak puas dengan jawaban Pak Edward. Dirinya semakin bingung dan gelisah, entah apa alasan yang bakal ia katakan kepada guru maupun teman-temannya.

Lima belas menit berlalu, Pak Edward pun sudah tiba di rumah sembari membawa sebungkus gorengan. Ketika ingin menyapa Riska, tiba-tiba Sang Ayah terdiam di sudut pintu seraya meneteskan air mata.

Pak Edward tak kuasa mendengar kata demi kata yang dibacakan oleh Riska dengan suara lantang.

"Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segitiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat. Tertanda: Ir. Soekarno."

Ayah sekaligus kurir ini menyadari bahwa dirinya sudah menyombongkan diri, merasa telah berbuat baik, menganggap profesi kurir sebagai seseorang yang paling berjasa di Bumi Indonesia. Padahal, perjuangan para pahlawan dahulu sungguh penuh dengan darah.

Tanpa berpikir panjang, Pak Edward pun segera mencari bendera merah putih yang selama ini tersimpan di lemari. Bendera tersebut ternyata masih baru dan warnanya sangat cerah. Tapi sayang, karena tidak disilakan berkibar penampilannya jadi lusuh. Bukan lusuh warna benderanya, tapi hati Pak Edward.

Lusuhnya bendera bisa dibersihkan dengan cara dicuci, tapi lusuhnya hati siapa yang tahu. Butuh kerelaan untuk memahami, menghargai, merenungi, dan menghayati nilai-nilai kemerdekaan Indonesia. Salam Merdeka!