Bendera Merah Putih yang Lusuh

Bendera Merah Putih yang Lusuh

Bendera Merah Putih yang Lusuh

Matahari sudah kembali terbit. Tapi entah mengapa, Pak Edward tak kunjung memasang bendera merah putih.

Aneh rasanya, padahal para tetangganya bahkan seluruh warga desa sudah menyilakan bendera merah putih untuk berkibar di depan halaman rumah. Sehari-hari Pak Edward memang sibuk. Sebagai seorang kurir, setiap saat ia harus pergi ke sana kemari demi mengantarkan paket dan kiriman yang sebelumnya dipesan oleh pembeli secara online.

Tapi, ya, jangankan Pak Edward. Semua orang juga sibuk, kok. Dan rasanya siapa pun yang tinggal di Bumi Pertiwi tercinta akan tergerak untuk memasang bendera kebangsaan RI untuk menyambut momentum kemerdekaan. Tidak terkecuali, Pak Edward pasti lebih mengerti.

Kebetulan hari itu adalah hari Minggu. Pak Edward diberi libur kerja dan sekarang ia sedang santai bermain dengan anak semata wayangnya yang baru berusia 8 tahun.

Ya, anak beliau adalah seorang perempuan yang sedang duduk di kelas 3 SD, namanya Riska.

"Ayah, Ayah. Mengapa kok di halaman rumah kita tidak dipajang bendera merah putih? Kan sebentar lagi ada perayaan HUT ke-78 RI?"

"Tidak apa-apa, Nak. Para tetangga juga jarang bertamu. Tambah lagi dengan Ayah, tiap hari Ayah bepergian ke sana kemari. Sudah puas rasanya melihat kibaran bendera."

"Tapi Riska malu, Ayah! Masa teman-temanku bilang bahwa keluarga kita tidak mau mengenang jasa para pahlawan yang dulu berjuang melawan penjajah."

"Lho, Riska kan setiap hari Senin melaksanakan upacara, kemudian juga mengheningkan cipta. Semua itu dilakukan untuk mengenang jasa para pahlawan, kan? Cukup. Ayah mau beli cemilan sebentar."

Lagi-lagi Riska tidak puas dengan jawaban Pak Edward. Dirinya semakin bingung dan gelisah, entah apa alasan yang bakal ia katakan kepada guru maupun teman-temannya.

Lima belas menit berlalu, Pak Edward pun sudah tiba di rumah sembari membawa sebungkus gorengan. Ketika ingin menyapa Riska, tiba-tiba Sang Ayah terdiam di sudut pintu seraya meneteskan air mata.

Pak Edward tak kuasa mendengar kata demi kata yang dibacakan oleh Riska dengan suara lantang.

"Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segitiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat. Tertanda: Ir. Soekarno."

Ayah sekaligus kurir ini menyadari bahwa dirinya sudah menyombongkan diri, merasa telah berbuat baik, menganggap profesi kurir sebagai seseorang yang paling berjasa di Bumi Indonesia. Padahal, perjuangan para pahlawan dahulu sungguh penuh dengan darah.

Tanpa berpikir panjang, Pak Edward pun segera mencari bendera merah putih yang selama ini tersimpan di lemari. Bendera tersebut ternyata masih baru dan warnanya sangat cerah. Tapi sayang, karena tidak disilakan berkibar penampilannya jadi lusuh. Bukan lusuh warna benderanya, tapi hati Pak Edward.

Lusuhnya bendera bisa dibersihkan dengan cara dicuci, tapi lusuhnya hati siapa yang tahu. Butuh kerelaan untuk memahami, menghargai, merenungi, dan menghayati nilai-nilai kemerdekaan Indonesia. Salam Merdeka!

Menganalisis Kaidah Kebahasaan dalam Teks Ceramah

Menganalisis Kaidah Kebahasaan dalam Teks Ceramah

Menganalisis Kaidah Kebahasaan dalam Teks Ceramah
Kegiatan Belajar Bahasa Indonesia di Sekolah Kasih Karunia Jakarta 
Anak - anak berikut kaidah kebahasaan teks ceramah.

Menggunakan kata ganti orang pertama (tugggal) dan kata ganti orang kedua jamak, sebagai sapaan. 

Kata ganti orang pertama, yakni saya, aku. Mungkin juga kata kami apabila penceramahnya mengatasnamakan kelompok. Teks ceramah sering kali menggunakan kata sapaan yang ditujukan pada orang banyak, seperti hadirin, kalian, bapak-bapak, ibu-ibu, saudara-saudara.

Menggunakan kata-kata teknis atau peristilahan yang berkenaan dengan topik yang dibahas. 

Dengan topik tentang masalah kebahasaan yang menjadi fokus pembahasanya, istilah-istilah yang muncul dalam teks tersebut adalah sarkastis, epimistis, tata krama, kesantunan berbahasa, etika berbahasa.

Menggunakan kata-kata yang menunjukkan hubungan argumentasi (sebab akibat). 

Misalnya, jika... maka, sebab, karena, dengan demikian, akibatnya, oleh karena itu. Selain itu, dapat pula digunakan kata-kata yang yang menyatakan hubungan temporal ataupun perbandingan atau pertentangan, seperti sebelum itu, kemudian, pada akhirnya, sebaliknya, berbeda halnya, namun.

Menggunakan kata-kata kerja mental, seperti diharapkan, memprihatinkan, memperkirakan, mengagumkan, menduga, berpendapat, berasumsi, menyimpulkan.

Menggunakan kata-kata persuasif, seperti hendaklah, sebaiknya, diharapkan, perlu, harus.

Demikian lima hal yang perlu dicermati terlebih dahulu sebelum menganalisis kaidah kebahasaan dalam teks ceramah. 

Ternyata Itu Jarinya Tuhan: Kritik Sastra dari Papua Barat Dilengkapi dengan Contoh Teks

Ternyata Itu Jarinya Tuhan: Kritik Sastra dari Papua Barat Dilengkapi dengan Contoh Teks

Ternyata Itu Jarinya Tuhan: Kritik Sastra dari Papua Barat Dilengkapi dengan Contoh Teks
Siswi Sekolah Kasih Karunia Jakarta

 
Sastra Indonesia dan daerah menjadi bagian penting dari kegiatan belajar dan mengajar Bahasa Indonesia di sekolah. Karya sastra bisa dilihat dari banyak sisi, salah satunya adalah kritik sastra. Berikut ini contoh teks kritik sastra dari Cerita Pendek (Cerpen) Berjudul Jemari Tuhan.

Sinopsis

Cerpen yang berjudul ‘ternyata itu jemari Tuhan’ menceritakan tentang pergumulan tokoh aku mengenai pemikirannya  tentang keberadaan Tuhan dan realitas alam sebagai maha karya Tuhan. Kontruksi berpikir si aku dalam cerpen tersebut dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya karena buku “Pengembaraan Kaum Ateis dalam Mencari Tuhan” yang pernah ia baca. 

Dilematis antara keyakinannya dengan konsep berpikir kaum atheis tentang keberadaan Tuhan nampak jelas dalam kutipan berikut ini.

Helai demi helai kubuka, kutemukan bab pertama secara gamblang berbicara tentang kebenaran adalah Tuhan menurut kaum ateis.

"Barangkali orang - orang yang percaya Tuhan selama ini salah menilai mereka. Mereka berbicara tentang kebenaran. Mengenal hal yang baik dan buruk. Lantas agama yang saya yakini pun berbicara tentang Tuhan yang adalah kebenaran", batinku.

Sementara masih terpaku di kursi tua, pelan-pelan kumenutup lembar demi lembar buku yang masih tergenggam erat di jemari. Berpikir bahwa sudah mendapat gambaran sedikit Siapa Pencipta menurut kaum ateis menurut pemahamannya.

"Ya memang agamawan memvonis mereka tidak percaya Tuhan. Tapi, dalam prakteknya tidak mungkin lebih baik dari mereka", gumamku dalam kalbu.

Paragraf terakhir dari kutipan di atas menunjukan kritikan si ‘aku’ terhadap tokoh – tokoh agama yang tindakan mereka tidak lebih baik daripada kaum Ateis.

Bagian ini menunjukan bahwa adanya sebuah dilematis, (pergumulan batin si aku-(tersirat) “benarkah yang dikatakan agamawan selama ini?”, ”apakah mereka (pemimpin agama) bisa melakukan apa yang dikatakan?” dan berbagai pertanyaan retoris yang lainnya. Namun gejolak batin si aku sampai pada kesimpulan, sekaligus merupakan sebuah pengakuan dan penyerahaan diri bahwa, Tuhanlah yang berkuasa atas langit, bumi dan segala isiaya.

Seketika memandang ke langit, tampak mega berarak-arakan menyambut butiran-butiran air yang hendak menjadi hujan. Pertanda sebentar lagi bumi akan basah hingga ke ujung batas hamparan titik horizon.

"Ya, alam dan cakupannya adalah realitas. Disanalah jemari Tuhan menyematkan karyanya", kalbu menyadarkanku.     

Tokoh dan penokohan

Tokoh utama dalam cerpen ini adalah ‘aku’. Dominasi tokoh tersebut nampak jelas dalam setiap dialog batin.

"Barangkali orang-orang yang percaya Tuhan selama ini salah menilai mereka. Mereka berbicara tentang kebenaran. Mengenal hal yang baik dan buruk. Lantas agama yang saya yakini pun berbicara tentang Tuhan yang adalah kebenaran", batinku.

Dialog batin menjadi sentral karena sang penulis menggunakan sudut pandang  ‘orang pertama serba tahu’. Sedangkan tokoh – tokoh semacam rohaniwan, kaum atheis, sahabat lama si aku dan burung yang berkicau di sekitar gubuk si aku merupakan peran pembantu yang melengkapi pergumulan dan refleksi tokoh utama.

Berikut ini penggambaran karakter tokoh utama.

Pertama, si aku orang yang kritis.

Kritis dalam konteks ini ialah si aku selalu mempertanyaan kebenaran ucapan dan tindakan dari pemuka agama, “apakah yang mereka (agawawan) sampaikan soal kebenaran, sudah dilakukan dengan benar”. Letak kekritisan yang dimaksudkan ialah apakah perkataan dan perbuatan sudah sejalan, atau jangan – jangan mereka (rohaniwan) hanya bias bicara kebaikan tanpa memiliki kemampuan untuk melaksanakannya. 

"Ya memang agamawan memvonis mereka tidak percaya Tuhan. Tapi, dalam prakteknya tidak mungkin lebih baik dari mereka", gumamku dalam kalbu.

Sikap kritis tersebut diperoleh si aku setelah melalui penglihatan dan pengalaman perjumpaan dengan mereka yang percaya kepada Tuhan dan mereka yang tidak ber Tuhan (Ateis).

Kedua, orang yang suka membaca

Sikap kritis sebagaimana diungkapkan pada bagian pertama, hadir karena pengalaman perjumpaan. Selain itu, karena kesukaan si aku akan bacaan. Nah, dalam konteks cerpen yang berjudul  ternyata itu jemari Tuhan, sikap kritis sang tokoh dikarenakan yang bersangkutan sebelumnya membaca buku yang berjudul  "Pengembaraan Kaum Ateis Dalam Mencari Tuhan".

Bagian dari cerpen ini yang menunjukan bahwa si aku suka membaca terdapat penggambaran tokoh.

Segelas kopi setengah manis yang masih panas, sudah setengah habis. Sementara sebuah buku yang hendak kulahap masih parkir rapi di atas meja yang terbuat dari kayu besi.

Kata kuncinya adalah ‘kulahap’, letaknya pada paragraf pertama kalimat kedua, Sementara sebuah buku yang hendak kulahap masih parkir rapi di atas meja yang terbuat dari kayu besi.

Jadi kesimpulannya si tokoh aku kritis karena banyak membaca dan membandingkan apa yang dibaca dengan kenyataan yang dilihat.

Gaya Bahasa

Secara keseluruhan gaya Bahasa dalam cerpen yang berjudul ‘ternyata itu jemari Tuhan’; Ditulis oleh pak Carlos, guru muda yang bertugas di pedalaman Papua Barat ini didominasi oleh makna lugas. Namun pada setiap bagian paragraph terdapat diksi yang merujuk pada makna kias. 

Tujuannya sebagai ‘pemanis karya’ dan memberi karakter pada sifat kesusastraan. Oleh karena itu, untuk membahami keseluruhan cerpen maka seorang pembaca kritis terlebih dahulu harus memahami kata – kata kias yang digunakan.

Contoh:

Mari kita lihat di paragraf pertama

Segelas kopi setengah manis yang masih panas, sudah setengah habis. Sementara sebuah buku yang hendak kulahap masih parkir rapi di atas meja yang terbuat dari kayu besi. Sesekali mata memandang bilik bumi sebelah barat, matahari malu-malu hendak bersembunyi di balik tirainya.

Paragraf pertama, kalimat pertama, pembaca disuguhi kalimat yang bunyi akhirnya “s”  “Segelas kopi setengah manis yang masih panas, sudah setengah habis”.

Kalimat tersebut sepenuhnya bermakna lugas, namun penematannya yang jika ditinjau dari segi tata bahasa Indonesia baku, terdapat kerancuan, letaknya pada kata “setengah manis yang masih panas”. “yang panas itu manis ataukah komposisi gula dan kopi yang pas sehingga terasa mantap”.

Itu pertanyaan kritisnya, namun anak – anak perlu ketahui bahwa dalam konteks penulisan sastra (cerpen, novel, drama) ada prinsp license et politica, artinya kebenaran yang sebenarnya hanya ada pada sang penulis. Jadi dianggap sah dan wajar selama keseluruhan karya tersebut bisa diambil maknanya (tersirat atau pun tersurat).

Intinya adalah dalam cerpen ini secara umum menggunakan makna lugas, namun di beberapa bagaian ada makna kias. Untuk memahami keseluruhan cerpen seorang pembaca kritis atau kritikus sastra perlu memahami terlebih dahulu diksi yang bermakna kias tersebut.

Kelemahan

Tidak ada karya yang sempurna, demikian juga dengan cerpen yang ditulis oleh pak Carlos, mantan jurnalis yang kini menjadi guru di Manokwari Papua Barat ini. Namun kekurangan yang dimaksudkan dalam konteks ini hanya dilihat dari unsur pembaca dan bersifat subjektif. Kebenarannya hanya pada sang penulis, prinsip license et politica.

Kelemahan yang dimaksudkan ialah pilihan kata kias yang digunakan cenderung spesifik, misalnya penyebutan bilik bumi untuk kamar  atau ruangan yang lain.

Jika mayoritas kata - kata yang digunakan bersifat spesifik dan kias maka akan sangat sulit bagi seorang pembaca untuk mendekati pemahaman sang penulisnya. Minimal memahami pesan tersirat dan tersurat dari cerpen tersebut.

Kelebihan

Pencinta buku dan penikmat sastra setelah membaca cerpen ini setidaknya ada dua hal yang bisa dilakukan.

Pertama mencari buku yang dibaca oleh tokoh aku dalam cerpen ini karena segala kisah dimaulai dari isi buku tersebut. Entah tujuannya untuk koleksi atau membandingkan apa yang ditulis oleh pak Carlos. Tentunya bisa dianalisis kembali dari berbagi disiplin ilmu atau jenis tulisan yang berbeda. Misalnya resensi buku. 

Jadi keunggulan yang dimaksudkan pada bagian ini adalah informasi baru yang dihadirkan sang penulis. Sedangkan dari aspek sastra maka pembaca yang memiliki ketertarikan serupa tentu senang bila mendapatkan inspirasi dari setiap rima dan diksi kias yang diunggulkan dalam cerpen ternyata itu jemari Tuhan karya Carolus dari Timur Indonesia.

Jadi kelebihannya pada informasi baru yang dihadirkan, alternative menulis dan inspirasi bagi pencinta sastra.

Penutup

Karya sastra merupakan tiruan kehidupan. Fungsinya untuk manusia dan kehidupan, prinsipnya dari manusia, oleh manusia dan fungsinya untuk manusia. 

Sama halnya dengan cerpen yang berjudul ternyata itu jemari Tuhan. Penulis mau mengungkapkan realitas sosial manusia zaman ini. Ada keyakinan tentang keberadaan Tuhan sebagai Yang Maha Kuasa dan penyerahan diri secara total pada Keilahilan Tuhan yang menciptakan langkit, bumi dan segala isinya.

Pesan penting dalam kisah ini adalah iman. ---Ibrani 11:1---

Syarat dan Ketentuan Tulisan Ilmiah Kelas XI SMA: Materi Pengantar Karya Ilmiah dan Proposal Penelitian

Syarat dan Ketentuan Tulisan Ilmiah Kelas XI SMA: Materi Pengantar Karya Ilmiah dan Proposal Penelitian

Syarat dan Ketentuan Tulisan Ilmiah Kelas XI SMA: Materi Pengantar Karya Ilmiah dan Proposal Penelitian
Presentasi Karya Ilmiah SMA Kasih Karunia Jakarta
Peserta didik yang terkasih, saat kalian menulis 'apa itu karya ilmiah' di google, maka yang muncul beragam penjelasan. Setiap website dan orang memiliki definisi masing - masing tentang karya ilmiah. Pertanyaannya sekarang apa itu karya ilmiah?. Jawabannya karya ilmiah adalah suatu tulisan yang berisi hasil pengamatan, ditulis secara sistematis, dan memiliki dasar keilmuan. Kata kuncinya adalah tulisan, hasil penelitian atau pengamatan, ditulis secara sistematis dan memiliki dasar keilmuan. Penjelasan secara terperinci tentang kata kunci pengertian karya ilmiah di atas, silakan baca lebih lanjut penjelasan singkat berikut ini. 

Pengamatan

Maksudnya apa yang kalian tulis berdasarkan gejala-gejala sosial yang terjadi dalam masyarakat (fakta), bukan hasil menghayal seperti orang menulis cerpen atau novel. Jika kalian melihat kemacetan dan menganggap itu sebuah masalah maka silakan tulis. Judulnya bisa seperti ini, pengaruh kemacetan terhadap tingkat kecelakaan lalu lintas di Jakarta.

Sistematis

Sistematis maksudnya memiliki kerangka atau panduan penulisan yang jelas. Bukan suka-suka si penulisnya. Contoh sederhana sistematika penulisan karya ilmiahnya sebagai berikut.

Bab I Pendahuluan

Isinya adalah sebagai berikut:

  1. Latar belakang masalah.
  2. Rumusan masalah.
  3. Tujuan Penelitian
  4. Manfaat penelitian.

Bab III Metode Penelitian

  1. Jenis penelitian
  2. Metode penelitian
  3. Teknik pengumulan dat
  4. Teknik analisis data
  5. Populasi dan sampel

Memiliki dasar keilmuan

Artinya apa yang ditulis harus bisa dipertanggung jawabkan secara keilmuan karena memiliki dasar. Contoh:

1 + 1 itu 11

Alasannya;

  • Karena dalam buku ini…
  • Ditulis oleh profesior ini…
  • Mengatakan seperti ini…

Itulah yang dimaksud dengan ilmiah…

Contoh Teks Prosedur Bahasa Indonesia Tentang Melukis

Contoh Teks Prosedur Bahasa Indonesia Tentang Melukis

Contoh Teks Prosedur Tentang Melukis
Martin Ruma mendengarkan presentasi siswa tentang teks prosedur di depan kelas
Melukis memiliki keindahan estetika yang sangat tinggi. Salah satu estetika tersebut didapat melalui media cat air. Untuk dapat menggunakan cat air tidaklah sulit. Oleh karena itu, hanya diperlukan beberapa alat dan bahakan yang harus disiapkan :

  1. Kuas
  2. Alat pembersih kuas
  3. Pensil
  4. Penghapus
  5. Palet
  6. Cat air
  7. Kanvas

Berikut adalah Langkah-langkah melukis menggunakan cat air :

  1. Membuat sketsa lukisan menggunakan pensil secara tipis agar mudah diperbaiki jika terdapat kesalahan.
  2. Membasahi kanvas dengan air yang secukupnya dibagian tertentu yang ingin diwarnai.Warnai bagian gambar yang sudah dibasahi. Usahakan untuk mengarahkan kuas sesuai dengan gambar 
  3.  diwarnai agar hasil lukisan dapat lebih sempurna,
  4. Setelah selesai mewarnai seluruh gambar, berikan sentuhan akhir pada bagian gambar yang diinginkan sehingga lukisan dapat terlihat lebih estetik.

Agar dapat melukis menggunakan cat air dengan baik dan benar, dibutuhkan langkah - langkah di atas, sehingga tidak ada orang yang bingung bagaimana cara menggunakan cat air.

Trik Praktis dan Cepat dalam Mengerjakan Soal Bahasa Indonesia Dimulai dari Perintah Soal

Trik Praktis dan Cepat dalam Mengerjakan Soal Bahasa Indonesia Dimulai dari Perintah Soal

Trik Praktis dan Cepat dalam Mengerjakan Soal Bahasa Indonesia Dimulai dari Perintah Soal
Saling diskusi dengan sesama Guru Bahasa Indonesia dari Penambur/Dok Pribadi
Anak - anak yang terkasih, soal Bahasa Indonesia itu kadang menjengkelkan karena yang dibahas lain dan perintah soalnya lain. Contoh sastra adalah bagian dari pelajaran Bahasa Indonesia jenjang SMP dan SMA. Secara struktur sastra dibagi menjadi dua bagian, intrinsik dan ekstrinsik. Intrinsik adalah unsur yang berada di dalam karya sastra itu sendiri, sedangkan ekstrinsik adalah unsur yang ada di luar karya sastra. Berdasarkan bacaan di atas, apa yang dimaksud dengan latar?. 

Soal macam ini sungguh sangat menjengkelkan karena yang dibahas unsur yang membentuk karya sastra dan yang ditanya latar. Bagi siswa ini sangat menjengkelkan. Apakah gurunya salah membuat soal, tentu tidak. Lantas apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut?.

Tulisan ini akan menjawab pertanyaan bagaimana mengatasi soal Bahasa Indonesia yang bacaannya lain dan perintah soal lain. Kita mulai silakan simak contoh soal berikut ini!

Bacalah penggalan paragraf berikut untuk mengerjakan soal nomor 1 dan 2.

Martin Ruma guru Bahasa Indonesia di SMA Kanaan Jakarta. Rambutnya ikal dan kulit yang legam adalah ciri yang paling dominan dari semua guru-guru di SMA Kanaan Jakarta. Selain itu, dialek Indonesia timur yang kental semakin menguatkan bahwa guru ini berasal dari Indonesia bagian timur. Namun soal disiplin jangan pernah ragukan lagi sebab beliau pernah mengenyam pendidikan semi militer di Papua.

................................................

................................................

1.   Kalimat utama dari paragraf di atas adalah...

  • A. Martin Ruma guru Bahasa Indonesia yang berasal dari Indonesia timur.
  • B. Martin Ruma guru Bahasa Indonesia di SMA Kanaan Jakarta.
  • C. Martin Ruma guru yang sangat tegas karena pernah mengenyam pendidikan semi militer.
  • D. Martin Ruma guru kampung yang memiliki logat Indonesia timur yang sangat kental.
  • E. Martin Ruma guru di SMA Kanaan Jakarta yang sangat disiplin soal aturan.

Jawabannya B

2.   Penggalan paragraf di atas termasuk jenis... 

  • A.  Paragraf deduktif
  • B.  Paragraf induktif
  • C.  Pargarf campuran
  • D.  Paragraf ineratif
  • E.  Paragraf deskripsi.

Jawabannya A

Anak-anak yang terkasih supaya sukses mengerjakan soal Bahasa Indonesia jenis ini, triknya ada 2

Simak!!!

Trik Pertama langsung lihat pertanyaan atau permintaan dari soal

Trik Praktis dan Cepat dalam Mengerjakan Soal Bahasa Indonesia Dimulai dari Perintah Soal
Soal di atas, yang diminta adalah kalimat utama dari paragraf tersebut apa? (nomor 1). Kalau sudah tahu kalimat utamanya, si pembuat soal tanya lagi; termasuk jenis paragraf apa? (nomor 2).

Perhatikan gambar 2.2. Jika ketemu soal seperti itu, hal pertama yang dilakukan adalah jangan membacanya mulai dari nomor 1. Silakan mulai dari perintah soal terlebih dahulu (perhatikan panah nomor 2). Setelah memahami perintah soal lihat bacaannya (nomor 3), setelah itu barulah anda lihat opsi jawabannya (nomor 4, lihat gambar 2.3). 

Trik Kedua cari jawabannya dalam bacaan

Kemudian jawab (A, B, C, D atau E) sesuai dengan opsi yang tersedia dan selesai.

***

Jika dibuat dibuat dalam bentuk gambar, penjelasan di atas nampak sebagai berikut,

Lihat gambar di bawah ini!!!

Trik Praktis dan Cepat dalam Mengerjakan Soal Bahasa Indonesia Dimulai dari Perintah Soal

Apabila anak-anak membaca soal secara berurutan (dari atas ke bawah); maka waktu anda hanya dihabiskan pada satu bacaan atau soal tertentu, sedangkan soal yang lain bisa jadi anda biarkan karena waktunya habis. 

Oleh karena itu, gunakan trik ini agar efektif dan efisien dalam menjawab soal – soal Bahasa Indonesia. Demikian trik mengerjakan soal Bahasa Indonesia ala saya, semoga bermanfaat. 

Contoh Proposal Penelitian tentang Musik oleh Hellen Yoanita Siswi SMA Kanaan Jakarta

Contoh Proposal Penelitian tentang Musik oleh Hellen Yoanita Siswi SMA Kanaan Jakarta

Contoh Proposal Penelitian tentang Musik oleh Hellen Yoanita Siswi SMA Kanaan Jakarta
DISCLAIMER: Konten propsal penelitian di bawah ini tidak mengandung kebenaran sebagai acuan penulisan karya ilmiah. Memahami isi dan struktur penulisannya dibutuhkan guru pembimbing.
Contoh Proposal Penelitian tentang Musik oleh Hellen Yoanita Siswi SMA Kanaan Jakarta

 Pengaruh Mendengarkan Musik Terhadap Konsentrasi Belajar Siswa Siswi 11 IPS 2


BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar belakang

Musik sudah menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia, khususnya siswa. Bagi para siswa, musik bisa menjadi salah satu sarana yang dapat membuat suasana belajar yang lebih nyaman dan tidak membosankan. Selain itu, musik juga bisa mengurangi stress siswa di tengah banyaknya tugas yang menumpuk. Namun, musik juga bisa menjadi salah satu faktor menurunnya konsentrasi siswa dalam proses belajar di sekolah maupun di rumah. Konsentrasi merupakan hal penting yang dibutuhkan siswa dalam proses belajar. Jika tidak ada konsentrasi yang penuh maka hasil dari belajar atau prestasi siswa tidak akan maksimal. Hal ini disebabkan oleh konsentrasi siswa bukan kepada pelajaran, tetapi kepada hal yang lain, atau kepada musik yang di dengarkan dimana hal ini akan dibahas lebih lanjut dalam karya ilmiah ini. 

Hal ini penting untuk dibahas karena, tugas utama seorang siswa adalah belajar. Dalam belajar, dibutuhkan konsentrasi penuh untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Dan dalam era globalisasi ini, kehidupan siswa tentunya tidak terlepas dari musik sebagai sarana atau media yang dapat mempengaruhi suasana belajar. Dr. Nina Kraus di Northwestern University, mempublikasikan penelitiannya di American Psychological Association yang menyatakan bahwa musik dapat meningkatkan konsentrasi, memori, dan fokus siswa di kelas. Dampak yang diberikan dari mendengarkan musik bisa berupa positif maupun negatif. Dengan mendengarkan musik, bisa membantu para siswa untuk lebih berkosentrasi dalam belajar, tetapi  musik juga bisa mengalihkan konsentrasi siswa. Konsentrasi artinya, memusatkan perhatian atau pikiran kepada suatu hal, atau dalam konteks karya tulis ini, siswa memusatkan perhatian sepenuhnya untuk belajar. 

Jenis penelitian yang akan digunakan dalam karya ilmiah ini adalah kuantitatif. Jenis penelitian ini digunakan dengan tujuan akan ada banyak responden yang dapat memberikan pendapatnya dalam bentuk angket sehingga dapat dicari seberapa besar pengaruh, dan bagaimana pengaruh mendengarkan musik terhadap konsentrasi belajar siswa-siswi 11 IPS 2. Selain angket, akan dilakukan juga studi kasus karena, konsentrasi atau tidaknya seseorang hanya bisa dilihat dari hasil kerja orang tersebut. Sehingga, untuk mendapatkan data yang valid, akan digunakan teknik angket dan studi kasus.

1.2 Rumusan Masalah

  1. Apakah mendengarkan musik berpengaruh terhadap konsentrasi belajar siswa-siswi 11 IPS 2?
  2. Bagaimanakah pengaruh mendengarkan musik terhadap konsentrasi belajar siswa-siswa 11 IPS 2?

1.3 Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui apakah mendengarkan musik berpengaruh terhadap konsentrasi belajar siswa-siswi 11 IPS 2.
  2. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh mendengarkan musik terhadap konsentrasi belajar siswa-siswi 11 IPS 2.

1.4 Manfaat Penelitian

  1. Agar siswa-siswi dapat mengerti dan memahami pengaruh mendengarkan musik terhadap konsentrasi belajar.
  2. Agar siswa-siswa dapat mengerti dan memahami bagaimana pengaruh mendengarkan musik terhadap konsentrasi belajar.
    Contoh Proposal Penelitian tentang Musik oleh Hellen Yoanita Siswi SMA Kanaan Jakarta

BAB II
STUDI PUSTAKA


2.1 Musik

Musik merupakan salah satu sarana untuk menghilangkan stress bagi para remaja. Khususnya bagi para pelajar atau siswa. Tidak jarang ditemukan banyak siswa yang mendengarkan musik ketika mengerjakan tugas dan belajar. Pada era globalisasi, musik sudah menjadi hal yang tidak bisa lagi dipisahkan dari kehidupan manusia, Dengan adanya teknologi yang semakin maju dan modern, musik bisa didengarkan dimanapun dan kapanpun, semuanya menjadi begitu mudah. Dilansir dari wikipedia, terapi mendengarkan musik memang dapat digunakan untuk meningkatkan konsentrasi belajar, meningkatkan harga diri, mengurangi stress, mendukung latihan fisik, dan memfasilitasi sejumlah aktivitas lainnya yang berhubungan dengan olahraga. 

Musik terbagi menjadi beberapa jenis atau biasa disebut dengan genre musik. Setiap orang, khususnya siswa menyukai genre musik yang berbeda-beda. Namun ternyata tidak semua genre musik mendukung proses belajar dan membantuk siswa untuk lebih berkonsentrasi dalam belajar. Pada Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Profesor Nobuo Masakata dari Universitas Kyoto dan Profesor Leonard Perlovsky dari Universitas Harvard, ditemukan bahwa mendengarkan Mozart secara signifikan dapat membantu kinerja otak dan memfokuskan pikiran. Menemukan bahwa mendengarkan minuet atau gaya musik klasik tertentu yang disusun oleh Mozart dapat meningkatkan kemampuan seseorang, baik muda maupun tua, untuk berkonsentrasi dan menyelesaikan tugas. Hal ini dibuktikan dengan Penelitian Stroop, yaitu penelitian yang melibatkan 25 anak-anak dan 25 orang dewasa. Penelitian ini digunakan untuk menyelidiki kinerja mental seorang dan melibatkan peserta untuk mengidentifikasi warna kata-kata. Tantangannya adalah mengidentifikasi warna yang benar ketika kata merinci warna yang berbeda. Sebagai contoh, kata 'merah' ditulis menggunakan tinta biru tetapi peserta harus menyebutkan kata merah. Dalam 3 kali pengujian , satu diantaranya memainkan musik Mozart untuk mengiring tes, satu pengujian dilakukan dengan memainkan aransemen Mozart yang tidak teratur, dan sisanya dilakukan dalam keheningan. Hasilnya kedua kelompok usia ini mampu mengidentifikasikan warna dengan cepat dan sedikit kesalahan saat mendengarkan musik Mozart yang asli. Sementara saat mendengarkan aransemen Mozart, mereka cenderung lebih lambat dan banyak kesalahan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan pengaruh yang diberikan terhadap konsentrasi belajar siswa tergantung pada jenis atau genre musik.

Menurut David Ewen, musik adalah ilmu pengetahuan dan seni tentang kombinasi ritmik dan nada-nada, baik vokal maupun instrumental, yang meliputi melodi dan harmoni sebagai ekspresi dari segala sesuatu yang ingin diungkapkan terutama aspek emosional. Dari pengertian tersebut, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa musik adalah ilmu pengetahuan dan seni, dalam bentuk vokal maupun instrumental yang merupakan ekspresi aspek emosional, dan musik merupakan hal yang sangat erat hubungannya dengan kehidupan manusia khususnya pelajar sehari-hari karena kemudahan yang diberikan oleh teknologi, dan pengaruh yang diberikan tergantung pada genre musik.

2.2 Konsentrasi Belajar

Dalam belajar, di sekolah, di rumah, atau dimanapun diperlukan adanya konsentrasi. Jika dalam proses belajar tidak ada konsentrasi maka hasil yang di dapat tentu tidak akan maksimal. Diperlukan konsentrasi yang tinggi untuk bisa fokus dan mendapatkan hasil yang maksimal. Untuk dapat konsentrasi dalam belajar, banyak cara yang dapat digunakan oleh para siswa. Salah satunya adalah mendengarkan lagu, namun tidak semua siswa nyaman untuk belajar saat mendengarkan lagu. Hal ini justru bisa menghambat konsentrasi belajar siswa. Konsentrasi merupakan hal yang relatif dan hanya bisa dirasakan oleh siswa itu sendiri dan hanya bisa dilihat dari hasilnya, maksimal atau tidak.

Menurut Daud (2010), konsentrasi belajar adalah pemusatan perhatian dalam proses perubahan tingkah laku yang dinyatakan dalam bentuk penguasaan, penggunaan, dan penilaian terhadap sikap dan nilai-nilai, pengetahuan, dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai bidang studi. Dari pengertian tersebut, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa konsentrasi belajar adalah pemusatan perhatian yang dapat dinyatakan dalam bentuk penguasaan, dan penilaian akhir dari hasil kerja siswa.

Contoh Proposal Penelitian tentang Musik oleh Hellen Yoanita Siswi SMA Kanaan Jakarta

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Jenis Penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian kuantitatif, dimana data diambil secara statistik, kemudian dilakukan perhitungan dan hasilnya berupa grafik atau diagram dalam bentuk angka atau perhitungan.

3.2 Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah metode survey, yaitu salah satu metode mengumpulkan informasi yang dilakukan dengan cara menyusun daftar pertanyaan dalam bentuk lisan maupun tertulis yang akan diajukan kepada responden dalam bentuk populasi dan sampel.

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teknik angket untuk mendapatkan data yang nantinya akan diolah. Angket terbagi menjadi empat,yaitu angket terbuka, semi terbuka, tertutup dan kombinasi. Angket yang digunakan pada penelitian ini adalah angket tertutup, yaitu jenis angket yang hanya memberikan dua pilihan kepada responden untuk dipilih, yaitu ya dan tidak.

3.4 Populasi dan Sampel

Pada penelitian ini, yang menjadi populasi adalah seluruh siswa-siswi 11 IPS 2 SMA Kristen Kanaan. Sedangkan yang menjadi sampel adalah 5 siswa dan 5 siswi dari kelas 11 IPS 2. 

3.5 Desain Penelitian

  1. Musik membantu anda untuk fokus saat belajar
  2. Musik menjadi sarana penghilang stress saat anda jenuh atau bosan dalam belajar
  3. Musik membuat anda lebih cepat dalam mengerjakan pekerjaan sekolah dirumah ataupun di sekolah
  4. Musik klasik menarik bagi anda
  5. Anda sering mendengarkan musik klasik untuk membantu anda mengerjakan tugas
  6. Musik membuat anda tidak fokus saat mengerjakan tugas
  7. Anda bisa mengerjakan tugas tanpa terganggu pada saat mendengarkan musik bergenre apa saja
  8. Musik bisa membuat anda untuk kembali semangat dalam mengerjakan tugas.

Pembahasaan Lengkap Kegiatan Belajar dan Mengajar Bahasa Indonesia Kelas IX SMP Materi Teks Percobaan

Pembahasaan Lengkap Kegiatan Belajar dan Mengajar Bahasa Indonesia Kelas IX SMP Materi Teks Percobaan

Pembahasaan Lengkap Kegiatan Belajar dan Mengajar Bahasa Indonesia Kelas IX SMP Materi Teks Percobaan
Hallo anak-anak hebat, kali ini kita bersama-sama belajar tentang teks percobaan. Setelah kegiatan belajar dan mengajar ini berakhir, diharapkan anak-anak mampu memahami 5 hal sebagai berikut.

No Topik Bahasaan Standar Ketercapain
1 Apa yang dimaksud dengan teks percobaan? Tahu kata kunci
2 Apa manfaat mempelajari teks percobaan? Bisa menjelaskan
3 Dapat menyebutkan dan menjelaskan teks percobaan! Bisa menyebutkan dan menjelaskan secara lisan dan tulisan
4 Mampu menjelaskan kaidah kebahasa dalam teks percobaan Bisa menjelaskan dan mempraktikan dalam penulisan.
5 Mampu membuat kerangka teks percobaan Harus sesuai dengan struktur teks percobaan
Di bagian akhir kegiatan belajar dan mengajar ini, anak-anak diminta membuat teks percobaan dan mengerjakan soal-soal yang berhubunngan dengan materi yang kita bahas hari ini.

Anak-anak hebat, tanpa berlama-lama lagi. Mari kita mulai membahas tentang pengertian teks percobaan.

Pengertian Teks Laporan Percobaan

Dikutip dari buku Super Complete SMP/MTs 7,8,9 (2020) ditulis oleh Elis Khoerunnisa, teks laporan percobaan adalah teks yang berisi hasil percobaan yang dilakukan oleh seseorang (siswa, mahasiswa, guru, dosen atau seorang peneliti). Jadi teks laporan percobaan adalah teks yang digunakan untuk melaporkan hasil percobaan, eksperimen, atau laporan praktikum yang dilakukan oleh peneliti atau siswa maupun Mahasiswa; Dalam teks laporan percobaan juga dipaparkan bahan dan alat yang digunakan, serta proses percobaan. Kata kuncinya ada 5.

  1. Laporan
  2. Hasil percobaan
  3. Alat dan bahan
  4. Eksperimen
  5. Peneliti

Anak-anak hebat, sangat mudah kan memahami teks percobaan?. Pertanyaannya,untuk apa kalian mempelajari teks laporan percobaan?. Jawabannya simak di bagian tujuan teks laporan percobaan berikut ini.

Tujuan Teks Laporan Percobaan

Tujuan dari pembuatan teks laporan percobaan adalah untuk memberikan informasi tentang proses percobaan yang dilakukan, termasuk hasil dari penelitian tersebut digunakan untuk membantu umat manusia. Contoh Dr Prihartini Widiyanti drg SBio MKes, Dosen UNAIR melakukan penelitiannya tentang kebutaan akibat cedera kornea; berhasil menemukan sebuah formula komposit kolagen untuk melindungi kornea mata. Jadi tujuan hasil percobaan atau penelitian kalian pada hakekatnya untuk membantu sesama manusia.

Nah, agar anak-anak dapat membedakan teks laporan percobaan dengan teks lainnya, silakan simak ciri-ciri dari teks laporan percobaan berikut ini. 

Ciri-Ciri Teks Laporan Percobaan

Teks laporan percobaan memiliki ciri-ciri antara lain:

  1. Disusun berdasarkan hasil percobaan.
  2. Pembahasan dikemukakan secara objektif.
  3. Menyampaikan fakta, bukan opini.
  4. Disusun secara sistematis dan lengkap.
  5. Menggunakan bahasa baku dan ilmiah.
  6. Bersifat tidak memihak (netral).

Selain punya ciri-ciri yang berbeda dengan jenis teks lainnya, teks laporan percobaan juga punya struktur yang perlu diketahui oleh anak-anak. 

Anak-anak berharap masih semangat dan kita lanjutkan ke bagian ketiga tentang struktur teks percobaan.

Struktur Teks Laporan Percobaan

Secara garis besar, teks laporan percobaan punya 2 struktur, yaitu pernyataan umum dan uraian. 

1. Pernyataan umum 

Pernyataan umum berisi paparan atau klasifikasi yang dibahas secara umum tentang objek percobaan. Isi pernyataan umum meliputi:

a. Tujuan

Bagian ini berisi informasi atau hasil pengujian yang ingin diketahui oleh peneliti atau pelaku percobaan.

b. Landasan teori

Landasan teori berisi dasar teoritis bagi penulis untuk menjawab masalah percobaan. Landasan teori juga berisi teori yang berhubungan dengan komponen percobaan.

c. Latar belakang

Latar belakang adalah penjelasan singkat mengenai topik atau objek percobaan, serta penjabaran alasan topik yang dipilih.

2. Uraian 

Uraian berisi poin-poin laporan yang disusun dengan rinci. Uraian meliputi hal-hal berikut:

a. Alat dan bahan

Alat dan bahan adalah barang-barang yang diperlukan dalam kegiatan percobaan.

b. Langkah-langkah

Bagian langkah-langkah berisi urutan proses yang harus dilakukan dalam kegiatan percobaan.

c. Hasil percobaan

Hasil percobaan adalah hasil yang ditemukan dan terjadi dalam percobaan.

d. Simpulan

Simpulan atau kesimpulan adalah  intisari dari hasil percobaan dan pembahasan.

Pak contohnya kayak gimana tuh? Nanti kita bahas di bawah.

Selain struktur, ada komponen teks laporan percobaan yang perlu anak-anak ketahui, yaitu kaidah kebahasaan. 

Baca Juga: Teks Eksposisi: Pengertian, Struktur, Pola Pengembangan, dan Ciri-Ciri 

Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Percobaan

Kaidah kebahasaan laporan percobaan terbagi menjadi enam, di antaranya adalah: 

1. Menggunakan nomina atau kata benda

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), nomina adalah kelas kata yang ditandai tidak bisa bergabung dengan kata tidak. 

Misalnya, kata ‘rumah’ merupakan nomina karena tidak mungkin dikatakan ‘tidak rumah’. Biasanya, nomina berfungsi sebagai subjek atau objek dari klausa.

Dalam teks laporan percobaan, penggunaan nomina dapat ditemukan di seluruh struktur. 

Misalnya dalam struktur langkah-langkah, ‘Peraslah jus lemon ke dalam mangkuk. Tambahkanlah beberapa tetes air ke dalam mangkuk tersebut.’ Nomina atau kata benda yang terdapat pada kalimat tersebut adalah lemon, mangkuk, dan air.

2. Menggunakan verba atau kata kerja

Kata kerja biasanya berfungsi sebagai predikat di dalam kalimat. Predikat verba dalam kalimat berarti menjelaskan subjek atau pelaku dalam kalimat tersebut sedang melakukan apa.

Contoh penggunaan verba dalam struktur latar belakang misalnya, ‘Air jeruk merupakan senyawa asam lemah sehingga menghasilkan reaksi gelembung yang sedikit dan tidak adanya nyala lampu.’ Verba atau kerja dalam kalimat tersebut adalah menghasilkan. 

3. Menggunakan Pola Kalimat Aktif

Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan sesuatu. Coba anak-anak perhatikan contoh ini:

Matahari  memancarkan  sinar ultraviolet.

       S                   P                           O

Kalau dianalisis, maka dapat disimpulkan bahwa:

  • Pelakunya adalah matahari. (S)
  • Mataharinya sedang apa? Memancarkan (P)
  • Memancarkan apa? sinar ultraviolet (O)

Contoh kalimat di atas dapat ditemukan dalam latar belakang teks laporan percobaan, ya. Meskipun, penggunaan pola kalimat aktif ini juga dapat digunakan di struktur lain seperti tujuan, landasan teori, langkah-langkah, hasil percobaan, dan simpulan. 

4. Menggunakan Kata Tugas

Dalam teks laporan percobaan, kata tugas yang digunakan berupa konjungsi atau kata hubung dan preposisi atau kata yang biasa ditemukan di depan nomina. 

Contoh konjungsi misalnya terdapat dalam kalimat, ‘Kamu memerlukan pinset dan pisau’.

Sementara, contoh preposisi misalnya terdapat dalam kalimat, ‘Setelah seluruh cairan tercampur di dalam gelas, kamu bisa memindahkannya ke wadah lain agar bisa didiamkan selama satu jam.’  

 5. Menggunakan Kata Serapan

Kata serapan adalah kata yang berasal dari bahasa selain Bahasa Indonesia (bahasa daerah atau bahasa luar negeri), yang kemudian ejaan, ucapan, dan penulisannya disesuaikan dengan penuturan masyarakat Indonesia untuk menambah kosakata.

Contoh penggunaan kata serapan dalam teks laporan percobaan misalnya, ‘Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk melakukan percobaan dapat ditemukan di supermarket.’

6. Menggunakan Kalimat Imperatif

Kalimat imperatif adalah kalimat yang bersifat memerintah atau memberi komando. Misalnya, ‘Panaskan dengan api kecil’, atau ‘Jangan buka tutup panci sebelum airnya mendidih!’

Anak-anak, kalian pasti lelah, silakan ambil minum dan refresing sejenak. Setelah itu kita bahas hal yang sangat penting untuk memahami materi ini, yakni cara membuat teks laporan percobaan.
Yuk anak - anak kita mulai lagi ya, silakan simak cara membuat teks laporan percobaan.

Cara Membuat Teks Laporan Percobaan

Pertama membuat kerangka berdasarkan struktur teks laporan percobaan dan mengembangkan kerangka menjadi sebuah teks yang utuh. Dua hal tersebut menjadi kunci agar anak - anak bisa membuat teks laporan percobaan. Nah agar pemahaman anak - anak lebih komprehensip yuk simak cara membuat kerangka teks laporan percobaan, berdasarkan struktur teksnya berikut ini.

1. Membuat kerangka berdasarkan struktur teks laporan percobaan

Pertama, buatlah kerangka sesuai struktur teks laporan percobaan. Mulai dari tujuan percobaan, alat dan bahan saat melakukan percobaan, serta langkah-langkah dari awal hingga akhir percobaan. 

Kedua, tuliskan hasil percobaan dalam bentuk tabel, grafik, bagan atau gambar agar pembaca lebih mudah melihat hasilnya. 

Ketiga atau yang terakhir, tuliskan kesimpulan dari percobaan.

2. Mengembangkan kerangka menjadi sebuah teks yang utuh

Setelah selesai membuat kerangka, anak-anak harus mengembangkannya menjadi sebuah teks yang utuh. 

Biar makin jelas, simak contoh teks laporan percobaan berikut ini. 

Baca Juga: Teks Pidato: Pengertian, Struktur, Ciri, Metode, dan Contoh 

Contoh Teks Laporan Percobaan

Membuat Tinta Tak Terlihat

Tujuan:

Untuk membuat tinta pulpen agar tidak terlihat.

Alat dan bahan:

  1. lemon,
  2. air,
  3. sendok,
  4. mangkuk,
  5. cotton bud,
  6. kertas putih,
  7. lampu bohlam.

Langkah-langkah:

  1. Peras jus lemon ke dalam mangkuk dan tambahkan beberapa tetes air ke dalam mangkuk tersebut.
  2. Kemudian aduk air dan jus lemon dengan menggunakan sendok.
  3. Celupkan cotton bud ke dalam campuran dan tulis pesan diatas kertas putih.
  4. Tunggu jus tersebut kering sehingga tidak terlihat.
  5. Untuk membaca pesan tersebut dapat dilakukan dengan memanaskan kertas yang dipegang dengan mendekatkannya ke bola lampu.

Hasil percobaan:

Setelah langkah di atas selesai kamu lakukan, kamu berhasil membuat tinta rahasia yang tidak terlihat. Kamu dapat menyampaikan pesan rahasia ini kepada teman-temanmu dengan cara menggunakan tinta yang tidak terlihat ini. Ini merupakan salah satu contoh reaksi kimia.

Kesimpulan:

Jus lemon merupakan  senyawa organik yang bisa teroksidasi dan berubah warna menjadi coklat ketika dipanaskan. Bahan yang diencerkan ini membuat pesan sulit untuk dibaca. Dengan demikian, tidak seorang pun menyadari keberadaan tulisan itu sampai dengan tulisan tersebut dipanaskan dengan cara mendekatkannya kepada bola lampu.

Zat lain yang bisa bekerja dengan cara yang sama, diantaranya  jus jeruk, madu, susu, jus bawang, cuka, dan anggur. Tinta tidak terlihat juga dapat dibuat dengan menggunakan reaksi kimia atau melihat cairan tertentu.

Anak-anak, demikian pembahasaan tentang materi teks percobaan. Bila kalian belum paham silakan baca sekali lagi, kemudian cari refrensi lain sebagai perbandingan. Bila ingin bertanya silakan disampaikan melalui kolom komentar atau sosial media yang ada. Apabila anak - anak merasa sudah memahami materinya, mari untuk menguji pemahaman anak - anak silakan kerjakan soal berikut ini.

Soal tentang Teks Percobaan

Setelah melalui langkah-langkah pembuatan, kini alat perangkat nyamuk yang sederhana dan ampuh telah berhasil dibuat. Kamu dapat menggunakannya pada siang dan malam hari.
Paragraf di atas merupakan bagian … dalam teks rekaman percobaan.


Opsi Pilihan Jawaban
A Tujuan
B Langkah-langkah
C Hasil
D Simpulan

A

Perangkap nyamuk sederhana ini terbukti lebih aman digunakan dibandingkan dengan cairan kimia pembasmi nyamuk. Alat ini dapat kamu taruh di pojok kamar atau di bawah tempat tidur. Dalam satu minggu, kamu akan melihat banyak nyamuk yang tertampung dalam botol.
Paragraf di atas merupakan bagian … dalam teks rekaman percobaan.


Opsi Pilihan Jawaban
A Tujuan
B Langkah-langkah
C Hasil
D Simpulan
B
Alasan mengapa jawabnya seperti itu silakan baca postingan yang berjudul soal dan pembahasan tentang teks percobaan.
Orang Tua Murid Bertanya Tentang Proses Penciptaan Karya Sastra kepada Pak Martin

Orang Tua Murid Bertanya Tentang Proses Penciptaan Karya Sastra kepada Pak Martin

Bagaimana Proses Penciptaan Karya Sastra Sir Martin?
Pak Martin didampingi miss Chika (Guru Sekolah Kasih Karunia Jakarta) sedang melakukan tanya jawab dengan orang tua murid
Sir Martin, Bagaimana proses penciptaan karya sastra? 

Di atas merupakan pertanyaan dari orang tua Leony, Alumni Sekolah Kasih Karunia Jakarta. Beliau bertanya melalui whatsaap tentang proses penciptaan karya sastra"; untuk putranya yang duduk di bangku SMA kelas fase E. (Kelas X untuk kurikulum merdeka belajar).
Bagaimana Proses Penciptaan Karya Sastra Sir Martin?

Anak - anak kita akan bahas ini sampai tuntas. Yuk kita mulai dengan mencermati gambar berikut ini.
Bagaimana Proses Penciptaan Karya Sastra Sir Martin?

Apabila anak - anak mencermati dengan seksama. Gambar di atas memiliki 3 elemen penting.
  1. Manusia
  2. Pengalaman
  3. Bahasa
Kalian tentu bingung, apa maksudnya?. Nah supaya pemahaman anak - anak komprehensip. Silakan cermati pernayatan saya berikut ini.
  1. Karya sastra bukan pekerjaan menghanyal.
  2. Sastra hadir dari manusia, oleh manusia dan untuk manusia.
Oke sekarang kita mulai dengan pembahasannya.

Proses Penciptaan Karya Sastra.

Sastra adalah tiruan kehidupan. Artinya fenomena nyata di masyarakat yang diperankan atau ditulis dalam novel, cerpen atau pun puisi. Contoh Novel Laskar Pelangi, hadir karena realitas kekurangan guru di Bangka Blitung, kemudian oleh Andrea Hirarta ditulis dalam sebuah novel yang berjudul laskar pelangi. Itu artinya sastra bukan pekerjaan menghayal, tetapi ada proses yang dialami, dilihat dan dirasakan oleh manusia. Jadi poinnya adalah manusia dan pengalaman dengan manusia yang lain adalah instrumen utama dalam menghadirkan sebuah karya sastra. Nomor 1 dan 2
Bagaimana Proses Penciptaan Karya Sastra Sir Martin?

Pengalaman perjumpaan itu memberi kesan positif dan negatif. Semuanya tergantung individu yang bersangkutan dalam memaknainya. Contoh seorang anak SMA yang baru pertama kali pacaran; disaat lagi sayang-sayangnya tiba-tiba si pria meminta putus. Tentu memberikan kesan mendalam bagi si cewek (3).
Bagaimana Proses Penciptaan Karya Sastra Sir Martin?

Pengalaman - pengalaman tersebut memberi ruang dialog batin bagi orang yang bersangkutan (kontemplasi). Apa mengapa dan bagaimana. Pelaku memberi diri untuk melihat kembali perjalanan yang sudah dilalui (sakit hati, kecewa, putus cinta dan lain sebagainya). Momentum refleksi diri tersebut bila dilewati dengan baik maka memberi banyak pelajaran hidup pada orang yang bersangkutan, kemudian dia berandai-andai (imajinasi, (4)

Cerita ilustrasi di atas, kita sebut saja si cewek yang diputusin pacarnya. "Seandainya dulu saya tidak bucin, pasti tidak sesakit ini dihianati olehnya". Refleksi demikian bila ditulis dalam sebuah cerpen bisa berjudul "cintaku kandas di hadapan angan". Bagian inilah kemampuan berbahasa (5) dan keterampilan menulis dipertaruhkan, untuk sampai pada taraf melahirkan sebuah karya. Tentu kebermanfaatnya untuk manusia-manusia muda seperti kamu yang membaca tulisan ini.
Bagaimana Proses Penciptaan Karya Sastra Sir Martin?

 

Konklusi 

  1. Sastra lahir dari manusia, dilakukan oleh manusia dan kebermanfaatnya untuk manusia sebagai bahan untuk berwawas diri.
  2. Sastra hadir dari realitas sosial yang ada, jadi masih kah kamu katakan sastra itu pekerjaan menghayal?. Silakan sampaikan jawabanmu melalui kolom komentar blog ini.
Anak -anak hebat, demikian proses penciptaan karya sastra. Harapannya tulisan sederhana ini bisa menjawab pertanyaan mami Leony dan bisa mencerahkan anak - anak yang membacanya. Untuk kamu yang ingin bertanya tentang pelajaran Bahasa Indonesia jenjang SMP-SMA, eskul jurnalistik dan debat silakan melalui kolom komentar blog atau sosial media yang ada (termasuk melalui whatsaap yang terdapat di blog ini) . Akan kami jawab dengan maksimal untuk mencerahkan sobat muda semuanya. Salam!
Pembahasaan Lengkap Kegiatan Belajar dan Mengajar Bahasa Indonesia Kelas X SMA Materi Teks Observasi

Pembahasaan Lengkap Kegiatan Belajar dan Mengajar Bahasa Indonesia Kelas X SMA Materi Teks Observasi

Pembahasaan Lengkap Kegiatan Belajar dan Mengajar Bahasa Indonesia Kelas X SMA Materi Teks Observasi
Pak Martin Bersama Siswa dan Guru Pembina Ekskul Jurnalistik dan Podcast Sekolah Tunas Gading

Observasi adalah teks yang berisi laporan hasil pengamatan terhadap suatu objek atau fenomena sosial yang terjadi di masyarakat. Tujuan teks observasi untuk memahami dan mengatasi suatu masalah. Teks ini dipelajari dalam materi Bahasa Indonesia kelas X SMA, (kelas Fase E Kurikulum Merdeka Belajar).

Hallo anak-anak hebat, kali ini kita belajar tentang teks observasi. Selesai kegiatan ini anak - anak diharapkan memahami 4 hal; 

No Topik Pembahasaan
1 Apa itu teks observasi?
2 Mengapa kita harus mempelajari teks observasi?
3 Apa ciri-ciri teks observasi?
4 Apa saja struktur teks observasi?


Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi

Apa itu teks laporan hasil observasi? 
Anak-anak untuk menjawab pertanyaan di atas, pertama-tama harus paham dulu apa itu laporan dan apa itu observasi?
  1. Laporan adalah komunikasi yang dilakukan oleh peneliti atau para ahli untuk menyampaikan informasi yang diperoleh atau 
  2. Orang awam yang melaporkan suatu peristiwa yang dilihat kepada atasannya sebagai tugas pokok pekerjaan. 
Sedangkan observasi adalah suatu alat yang dipakai sebagai pengukur tingkah laku atau proses kegiatan objek yang sedang diamati. Dalam kegiatan observasi, pengamat diharuskan untuk mencatat fakta - fakta sesuai dengan apa yang ia lihat dan dengar di lapangan.
 
Berdasarkan kedua pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa, teks laporan hasil observasi adalah teks yang berisi laporan suatu peristiwa atau fenomena sosial yang terjadi, sesuai dengan hasil pengamatan dari lapangan. Contohnya sebagai berikut:

Bogor - Petugas Bendung Katulampa, Bogor, melaporkan saat ini kondisi debit Sungai Ciliwung terpantau aman. Tinggi Muka Air (TMA) mencapai 30 sentimeter. "Debit air masih aman, TMA (Tinggi Muka Air) 30 sentimeter, status normal," kata petugas Bendung Katulampa Bogor Andi Sudirman, Minggu (6/11/2022) pukul 12.30 WIB. Baca artikel detiknews, "Status Bendung Katulampa Normal Siang Ini, Tinggi Muka Air 30 Cm" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-6390499/status-bendung-katulampa-normal-siang-ini-tinggi-muka-air-30-cm.

Jika merujuk pada KBBI, teks laporan hasil observasi adalah naskah berupa kata-kata asli dari penulis. Jenis teks ini bisa menggambarkan atau mendeskripsikan berbagai macam hal, mulai dari benda, tumbuh-tumbuhan, hewan, manusia, bahkan peristiwa. Termasuk peristiwa banjir di Bendungan Katulampa Bogor seperti yang diberitakan oleh Detiksnews di atas. 
 
Petugas melaporkan secara berkala apa yang dilihat di lapanagan. Tentu hasil pencatatannya dibantu oleh alat - alat seperti rekaman, foto, video dan lain-lain untuk menghadirkan laporan yang utuh kepada masyarakat.

Baca juga: Pengertian Teks Berita, Unsur, Struktur, dan Kaidah Kebahasaannya

Fungsi Teks Laporan Hasil Observasi

Untuk apa teks laporan hasil observasi dibuat? 
Secara umum fungsi teks laporan observasi ialah untuk melaporkan hasil observasi. Selain itu, bisa digunakan untuk hal-hal sebagai berikut.
  1. Melaporkan tanggung jawab dari data yang telah diamati.
  2. Menjelaskan latar belakang dari sebuah penyusunan kebijakan, keputusan, dan penyelesaian masalah.
  3. Digunakan untuk mendokumentasikan.
  4. Dapat menjadi sumber informasi mengenai suatu benda atau fenomena yang valid dan sesuai fakta di lapangan.

Ciri-ciri Teks Laporan Hasil Observasi

Ada beberapa ciri-ciri yang bisa digunakan sebagai acuan agar kita tahu bahwa suatu teks merupakan teks laporan hasil observasi. Secara umum, biasanya teks laporan hasil observasi memiliki ciri sebagai berikut.
  1. Diitulis dengan lengkap dan disusun secara sempurna
  2. Bersifat universal, global, dan objektif
  3. Objek tunggal merupakan objek yang diteliti dan diamati
  4. Menyajikan fakta sesuai laporan hasil pengamatan
  5. Tidak mengandung opini pribadi penulis
  6. Informasi berhubungan dengan antar kelas dan subkelas (berkesinambungan)

Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi

Selain ciri-ciri, teks laporan hasil observasi juga memiliki kaidah atau aturan kebahasaan sebagai berikut. 

1. Menggunakan kata frasa nomina

Teks laporan hasil observasi umumnya menggunakan frasa nomina atau kelompok kata benda, kemudian frasa tersebut diikuti teks deskripsi. Contohnya; Pakaian di lemari. Kata ‘pakaian’ merupakan kata benda dan ‘di lemari’ merupakan kata penjelas untuk deskripsi sebelumnya. Sehingga, frasa kalimat tersebut adalah semua pakaian yang ada di dalam lemari.
 

2. Verba relasional

Verba relasional adalah kata kerja yang berfungsi sebagai penghubung antara subjek dengan pelengkap, biasanya digunakan pada istilah tertentu dan di bidang tertentu. Kata verba yang biasanya digunakan antara lain ‘disebut’, ‘termasuk’, ‘merupakan’, ‘yaitu’, ‘terdiri atas’, dan ‘digolongkan’. Contoh kalimatnya yaitu ‘sepeda merupakan salah satu transportasi’.

Selain verba rasional, teks laporan observasi juga memakai kata verba aktif yang tidak memiliki imbuhan kata

Baca juga: Sebelum Membuat Teks Eksposisi, Yuk Pahami Pengertian, Struktur, dan Ciri-Cirinya

3. Memakai kata penghubung

Kata penghubung banyak dijumpai pada teks laporan hasil observasi, seperti kata hubung penambahan (dan, serta), kata penghubung pilihan (atau), dan kata hubung persamaan (sedangkan, melainkan, tetapi, namun, persamaan).

4. Menggunakan istilah keilmuan

Beberapa contoh kalimat keilmuan yang digunakan seperti simbiosis, herbivora, osteoporosis, degeneratif, dan mutualisme.

5. Kalimat utama

Teks laporan hasil observasi menggunakan kalimat utama sebagai penyusun dan informasi, setelah itu baru diikuti dengan kalimat penjelas berupa perincian informasi yang dilaporkan dalam beberapa paragraf.

Struktur Teks Laporan Hasil Observasi

anak-anak setelah mempelajari tentang definisi, fungsi, dan ciri-cirinya, sekarang mari kita buat teks laporan hasil observasi.

1. Judul

Pada setiap jenis teks, judul tentunya menjadi hal yang wajib. Dalam menulis teks laporan hasil observasi, penulisan judul disarankan berisi tentang informasi dan hasil observasi.

2. Pernyataan umum

Bagian ini terletak pada paragraf pertama teks laporan hasil observasi dan menjadi pembuka dari teks. Dalam pernyataan umum, pengamat menuliskan latar belakang atau asal usul dan penjelasan secara umum mengenai objek yang akan diobservasi.

3. Deskripsi bagian dan manfaat

Deskripsi bagian dan manfaat menunjukkan detail atau perincian dari objek yang diamati. Tujuan penulisan deskripsi bagian ini dilakukan untuk memberikan pemahaman terhadap para pembaca.

4. Kesimpulan

Kesimpulan merupakan bagian terakhir dari teks laporan hasil observasi, berisikan garis besar atau inti dari hasil laporan observasi.

Tujuan Teks Laporan Hasil Observasi

  1. Memahami dan mengatasi suatu masalah
  2. Mengetahui kemajuan atau perkembangan suatu masalah, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk kegiatan selanjutnya
  3. Mengambil suatu keputusan yang paling efektif
  4. Melakukan pengawasan dan perbaikan
  5. Menemukan teknik-teknik atau cara baru
  6. Menjadi data historis tentang perjalanan atau pengembangan unit terkait

Cara Menyusun Teks Laporan Hasil Observasi

Untuk menyusun teks laporan hasil observasi, kamu harus mengacu pada strukturnya. Berikut adalah tahapan atau cara menyusunnya.

  1. Menentukan objek yang ingin diobservasi, seperti hewan, tumbuhan, kelompok, atau lingkungan sekitar.
  2. Melakukan observasi terlebih dahulu sebelum menyusunnya menjadi sebuah laporan.
  3. Membuat kerangka laporan hasil observasi.
  4. Menentukan judul laporan sesuai dengan hasil observasi atau pengamatan yang telah dilakukan.
  5. Mulai menyusun kalimat pembuka di bagian awal laporan.
  6. Menyusun isi laporan berdasarkan hasil pengamatan dari awal sampai akhir.
  7. Membuat kesimpulan dan penutup.

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi

Supaya anak - anak memiliki gambaran lebih jelas tentang teks laporan hasil observasi, coba perhatikan contoh Laporan Hasil Observasi (LHO) di bawah ini!

Mengamati Perkembangan Hidup Katak

Katak berawal dari telur yang berkembang selama kurang lebih tiga minggu. Seekor katak betina bisa menghasilkan hingga 20.000 butir telur dalam tiga kali reproduksi. Telur yang berhasil menetas kemudian akan menjadi kecebong.

Fase kecebong ini berlangsung bersama lima minggu, hingga kecebong-kecebong tersebut kemudian memiliki kaki. Ketika telah memiliki kaki, kecebong akan disebut sebagai katak muda.

Fase katak muda ini berlangsung selama tiga minggu, hingga akhirnya katak muda menjadi katak dewasa. Ketika telah menjadi katak dewasa, ekor secara perlahan akan menyusut. Proses pertumbuhan katak secara keseluruhan memakan waktu sekitar 11 minggu setelah induk katak bertelur.

Katak dewasa akan memiliki paru-paru yang berfungsi sebagai alat pernapasan di daratan, mereka juga akan memiliki selaput di sela-sela jari kakinya. Katak dapat hidup di dua tempat, yakni air dan daratan, sehingga katak tergolong ke dalam hewan amfibi (dapat hidup di dua alam).

Demikian pembahasan tentang Laporan Teks Hasil Observasi, Materi Bahasa Indonesia kelas X SMA. Jangan lupa bila ada pertanyaan silakan disampaikan melalui sosial media Rumah Belajar Pandunesia atau kontak yang tersedia dalam blog ini. Jangan lupa baca Pembahasaan Lengkap Kegiatan Belajar dan Mengajar Bahasa Indonesia Kelas IX SMP Materi Teks Percobaan.