Kegiatan Belajar dan Mengajar Berbasis Blog Menjadi Solusi Alternatif Pembelajaran di Era Digital

Kegiatan Belajar dan Mengajar Berbasis Blog Menjadi Solusi Alternatif Pembelajaran di Era Digital

“Mengajar berarti belajar lagi”. Oliver Wendell Holmes
Kegiatan Belajar dan Mengajar Berbasis Blog Menjadi Solusi Alternatif Pembelajaran di Era Digital
Martin Ruma saat Mengajar di Ruang Kelas Fase E Sekolah Kasih Karunia Jakarta Barat
Menjadi guru di era digital merupakan tantangan terberat bagi seorang pendidik. Bagi remaja milenial kebenaran versi mereka adalah google, bukan guru!. Segala yang dijelaskan oleh guru selalu dikonfirmasi kebenarannya di internet. Pertanyaanya, masih ampuhkah cara-cara lama yang diterapkan oleh seorang guru di depan kelas?

Tulisan yang berjudul Kegiatan Belajar dan Mengajar Berbasis Blog Menjadi Solusi Alternatif Pembelajaran di Era Digital hadir di hadapan sidang pembaca dengan tujuan untuk berbagi pengalaman; tentang pergumulan dan tantangan seorang guru kampung di SMA Kanaan Jakarta dan solusi alternatif yang ditawarkan.

Guru Blogger Solusi Alternatif Pendidikan di Era Digital
Bersama teman-teman Guru di SMA Kanaan Jakarta

Saya mulai dengan kutipan “tidak ada anak yang sulit, yang ada hanya orang tua dan guru yang kesulitan dalam mendidik anak” (Roswitha, IX: 2009). 

Kegiatan Belajar dan Mengajar Berbasis Blog Jadi Solusi Alternatif Pembelajaran di Era Digital
Kutipan di atas saya ambil untuk menjawab pandangan generasi X yang merasa seolah-olah masanya adalah suatu situasi yang paling benar daripada generasi saat ini (baca: generasi Y). Mungkin diantara kita pernah mendengar ungkapan-ungkapan seperti ini:

Anak-anak zaman sekarang susah diatur, baik itu dari para guru maupun orang tua. Beda banget dengan zaman kita sekolah dulu; dulu itu,…….”. Jika sampai pada bagian ini lantas semua memori masa lalu diungkapkan, dan kesannya seperti sedang mengadili generasi saat ini.

Ada juga kisah ibu-ibu arisan, “ini semua gara-gara warnet di situ, di sana, di sini. Semenjak adanya warnet nilai anak saya turun”.

Kegagalan dalam mendidik generasi milenial akhirnya pada taraf keputusasaan, maka benda mati seperti warnet pun disalahkan. Pertanyaan reflektifnya ialah 'siapa sebenarnya yang salah? 

Guru Kampung Belajar Menjadi Guru Era Baru

Guru Blogger Solusi Alternatif Pendidikan di Era Digital
Bersama teman-teman Guru di SMP Fef Papua Barat
Seorang guru kampung yang bertugas di distrik Fef, sebuah tempat yang jauh dari hiruk pikuk kota dan berjarak langit - bumi dari kecanggihan teknologi era digital. Fef adalah sebuah tempat terpencil di pedalaman Papua Barat. Kekuatan fisik dan mental yang prima adalah keharusan untuk menjangkau tempat tersebut. Jika dari Sorong Papua Barat, maka harus menempuh perjalanan laut sekitar 8 jam menuju Sousopor, ibu kota kabupaten Tambrauw. Tak lupa, masih ada perjalanan darat menggunakan mobil pick up dabel garden. Kemudian yang terekstrim yaitu menerjang hutan belantara Papua Barat dengan berbagai aral melintang.

Butuh waktu sekitar 12 jam untuk mencapai distrik Fef jika cuaca sedang baik. Kalau musim hujan, maka butuh waktu 1 atau 2 hari untuk sampai di tempat tujuan karena jalanan yang dilalui pasti tidak bersahabat, tanah liat bercampur lumpur sungguh menyulitkan pengemudi. (Tahun 2013 lalu),

Guru Blogger Solusi Alternatif Pendidikan di Era Digital
Bersama anak-anak Fef Papua Barat
Apabila terjadi situasi seperti ini maka dapat dipastikan penumpang dan pengemudi harus bermalam di jalan. Kalaupun bernasib baik maka sampai di tempat tujuan akan disambut dengan kegelapan yang pekat dan gulita sebab daerah tersebut belum ada listrik, (pada tahun 2013 lalu).

Mall?. Tak usah dibayangkan sebab satupun tidak ada. Sinyal HP? Kalau ada satu bar berarti keajaiban. Di sini yang tersisa hanya kabut tebal yang menyelimuti hutan perawan di wilayah tersebut. Itulah tempat tugasku sebelum pindah ke Jakarta. Selengkapnya bisa baca melalui artikel yang berjudul, 6 Hal yang harus disiapkan sebelum bertugasdi Fef Papua Barat.

Guru Blogger Solusi Alternatif Pendidikan di Era Digital
Bersama siswa-siswi kelas XI IPS SMA Kanaan Jakarta
Pada tahun 2013, suatu alasan mengharuskan saya pindah ke ibu kota dan mengajar di SMA Kanaan,Jakarta. Ini seperti air di padang gurun. Saya berada di ibu kota Jakarta yang hebat, berhadapan dengan siswa yang luar biasa dan harus menggunakan teknologi seperti internet, komputer, power point dan sederet fasilitas canggih dari sekolah, bak mimpi yang menjadi kenyataan. Sesuatu yang tidak pernah ada di sekolah tempat saya bertugas sebelumnya yaitu SMP Negeri 1 Fef, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat.

**

Peralihan dari suatu kondisi pendidikan yang jauh dari kata ideal pada suatu keadaan pendidikan yang serba ada menjadikan pengalaman dan tantangan tersendiri untuk saya saat itu.
Kerap kali saya mencoba meyakinkan diri sendiri bahwa saya bisa. Namun harapan terkadang tidak sesuai dengan kenyataannya.

Mengapa demikian?,

Baca lebih lanjut maka sobat akan menemukan jawaban.

**

Pagi itu, dengan derap langkah yang pasti saya memasuki kelas XI IPS 2, SMA Kanaan, Jakarta. Sejenak, seisi kelas terdiam menyaksikan seorang guru dengan rambut keriting dan berkulit hitam memasuki kelas mereka. Suasana kala itu benar-benar sunyi nan senyap. Hanya tatapan penuh tanya dari 26 siswa-siswi di kelas itu. Jujur ini sangat menegangkan bagi saya di hari pertama saya bertugas.

“Siapa sih orang ini?” batin saya tentang pemikiran siswa saat itu, jika boleh saya berasumsi. “Selamat pagi anak-anak, saya Martin guru Bahasa Indonesia yang…….” Kalimat tersebut belum selesai terucap, masih menggantung di udara. Namun, seisi kelas mulai tertawa terbahak-bahak dengan berbagi komentar yang mengiringi. Bahkan ada yang mengatakan, “sumber air sudah dekat”.

Entahlah saya tidak mengerti maksud anak-anak ini, ada pula yang mengatakan saya mirip Boas Salosa, kapten tim sepak bola PERSIPURA Jayapura. Ada juga yang meniru ucapan saya dengan dialek Indonesia Timur yang melekat saat itu.

Benar-benar suatu ucapan selamat datang yang melunturkan kepercayaan diri saya, sekaligus menghadirkan sebuah tanda tanya besar dalam benak saya. Apakah saya bisa mengajar dengan baik di tempat ini?”.

***

Hari berlalu dan semuanya tidak menjadi lebih baik, sambutan yang sama saya terima dari kelas-kelas yang lain. Kondisi ini berdampak pada kegiatan belajar mengajar secara paralel. Anak menjadi sulit untuk menerima kehadiran saya, termasuk gaya saya mengajar. Untuk gaya mengajar, saya bisa memahami karena metode yang dipakai adalah ceramah. Selanjutnya saya mengubah metode dan pendekatan, namun hasilnya pun tidak lebih baik, malah nilai dan animo belajar semakin menurun.

Di sisi lain siswa lebih rajin update status di sosial media daripada mencatat kembali pelajaran yang saya jelaskan.

Guru Blogger Solusi Alternatif Pendidikan di Era Digital
Blogging/Martin Ruma
Hal ini saya ketahui setelah memantau keberadaan anak di luar jam sekolah melalui sosial media mereka masing-masing.

Kejadian yang saya nyatakan bukan pandangan para pakar tetapi kesan yang saya dapati di tahun pertama mengajar di SMA Kristen Kanaan Jakarta.

Bahkan pada taraf yang paling sulit untuk saya pahami ialah mereka meminta bahan ajar (slide power point dan dan materi yang lain) dikirim melalui email untuk dipelajari kembali di rumah.

Saat ditanya, mengapa melakukan hal tersebut. Jawaban yang saya dapatkan adalah, “pak, kalau ada yang lebih mudah, ngapain dipersulit sih?”.

Kenyataan yang sulit dan pengalaman-pengalaman perjumpaan dengan siswa di tahun pertama mengantarkan saya pada suatu refleksi bahwa, untuk menjadi guru era baru yang bisa diterima oleh siswa milenial maka guru harus akrab dengan teknologi.

Alasan saya sederhana yaitu siswa yang dihadapi adalah generasi 'Y' yang akrab dengan teknologi. Oleh karena itu, bagian kedua saya ingin berbagi cerita tentang blog dan peran guru di era digital. 

Guru Kampung Menjadi Guru Blogger

Guru Blogger Solusi Alternatif Pendidikan di Era Digital 4.0
Pelatihan Menulis blog bagi guru di SMA Kasih Karunia Jakarta
2014 merupakan tahun kedua saya di SMA Kanaan Jakarta. Variasi metode yang tidak berhasil di tahun pertama telah mengantarkan saya pada suatu kesimpulan bahwa kemasan pelajaran harus berbasis pada teknologi kekinian.

Demi mengawali komitmen ini, pertama-tama saya meminta siswa membuat grup line. Setiap kelas harus mempunyai grup line untuk memudahkan komunikasi dalam kegiatan belajar mengajar Bahasa Indonesia.

Selanjutnya grup-grup tersebut menjadi media saya dan siswa untuk berkomunikasi dan belajar Bahasa Indonesia tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

Bagaimana caranya?

Saya membuat blog dengan platform blogspot versi gratisan.

Blog tersebut saya beri nama gubanesia yang artinya guru Bahasa Indonesia. (Update: blog tersebut sudah saya jual pada bulan April 2023). Sekarang sedang membangun personal branding yang baru melalui Rumah Belajar Pandunesia.

Kegiatan Belajar dan Mengajar Berbasis Blog Menjadi Solusi Alternatif Pembelajaran di Era Digital

Selanjutnya saya mengisi materi pelajaran Bahasa Indonesia, tugas-tugas yang harus dikerjakan sampai dengan nilai yang diperoleh siswa ada dalam blog itu. Semua tentang Bahasa Indonesia. Selanjutnya di share melalui grup line.

Bila ingin melihat blog yang dimaksud, silakan berkunjung ke www.rumahbelajarpandunesia.web.id bukan www.gubanesia.com

***

Tahap berikutnya, saya sebagai guru harus siap dengan gadget untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan siswa terkait tugas dan lain-lain secara online.

Guru Blogger Solusi Alternatif Pendidikan di Era Digital 4.0
Mendapatkan kejutan di hari ulang tahun
Cukup berhasil saat saya menggunakan cara ini, siswa tertarik dan saya menjadi idola baru bagi siswa karena menciptakan cara belajar versi mereka.

Bahasa Indonesia yang dulunya membosankan bagi mereka kini berubah menjadi yang dinanti – nanti di hadapan kelas.

Mengapa?.

Siswa - siswi menunggu informasi hasil tugasnya sudah dipublish di blog atau belum, sebagai syarat bahwa siswa yang bersangkutan telah berhasil mencapai KKM.

Baca: Manfaat Kegiatan Belajar Maupun Mengajar Menggunakan Blog bagi Guru dan Siswa

Jika karya siswa tidak terpublish sampai batas waktu yang ditentukan, itu artinya yang bersangkutan harus berusaha lebih keras lagi karena belum mencapai standar minimal yang diberikan.

Pengalaman saya menggunakan cara ini, sebagian besar siswa sangat antusias dan maksimal dalam mengerjakan tugas yang diberikan karena mereka tidak ingin menjadi nomor dua. Semangat kompetisi sangat terlihat saat saya menggunakan cara ini.

Guru Blogger Solusi Alternatif Pendidikan di Era Digital 4.0
Belajar membuat blog
Sebagian dari siswa mengutarakan niatnya untuk membuat blog dan menuliskan pengalaman-pengalamannya. Akhirnya saya putuskan untuk menciptakan pelajaran Bahasa Indonesia berbasis blog.

Pembelajaran berbasis blog di SMA Kanaan Jakarta

Tahun 2015, SMA Kanaan Jakarta menjadi satu dari sekian sekolah di DKI Jakarta yang menerapkan kurikulum 2013; sehingga sekolah mengeluarkan kebijakan yang memperbolehkan siswa membawa HP ke sekolah (sebelumnya dilarang).

Dengan didukung oleh fasilitas Wi-Fi yang cukup memadai maka kesempatan untuk mewujudkan pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis blog pun saya terapkan.

Langkah pertama saya mengajari anak cara membuat blog melalui platform blog gratis, baik blogspot maupun wordpress, siswa bebas memilih platform blog yang disukai.

Rupanya tidak semudah yang saya bayangkan, berbagai kesulitan datang. Kesulitan-kesulitan tersebut antara lain:

Waktu bersama keluarga jadi terganggu

Kegiatan belajar model ini sangat menyita waktu bagi guru. Waktu yang seharusnya digunakan untuk berkumpul bersama keluarga menjadi terganggu. Seorang guru harus merelakan beberapa jam untuk membimbing siswa-siswi secara online di luar jam sekolah. Fase ini ruang dan waktu tidak dibatasi, siswa 'bebas' berinteraksi dengan guru. Pembelajaran pun tidak sebatas guru atau pun di dalam kelas. Itulah kendalanya, yakni waktu bersama keluarga jadi terganggu.

Minim pengalaman menulis

Minimnya pemahaman dan kemampuan sebagian siswa dalam hal menulis. Ini kendala kedua yang saya hadapi, sebab bicara blog berarti konten yang dibahas, untuk menghasilkan konten yang baik maka seorang siswa harus memiliki keterampilan menulis.

Kurang pengetahuan tentang blog.

Kurangnya pengetahuan saya tentang dunia bloging, seperti cara mengganti template, menambahkan widget, dan seluk beluk blog yang belum saya ketahui secara pasti.

Kendala ini saya hadapi sebab ide awal membangun blog hanya bermodalkan tutorial yang bertebaran di internet. Akibatnya saat ditanya oleh siswa tentang seluk-beluk blog secara spesifik saya tidak bisa menjawab. Dampaknya kepercayaan siswa terhadap saya perlahan-lahan sirna.

Hal-hal tersebut menyebabkan ide pembelajaran berbasis blog vakum cukup lama.

Evaluasi

Guru Blogger Solusi Alternatif Pendidikan di Era Digital 4.0

Saat vakum tersebut saya coba menganalisis kelemahan dan keunggulan, juga daya dukung untuk membangun ide pembelajaran berbasis blog.

Pantang menyerah, saya memulai kembali dengan angkatan yang baru ditahun ajaran 2015 (saat itu kelas 10 sekarang kelas 12).

Tahun ajaran baru, 2015/2016. Pada awal tahun, saya meminta pihak sekolah untuk mendatangkan seorang blogger profesional untuk mengajari siswa-siswi tentang blog.

Setelah berdiskusi dan saya menjelaskan maksud dan tujuan akhirnya disetujui oleh pimpinan. Seorang blogger professional didatangkan di SMA Kanaan Jakarta. Yang diajarkan bukan seluruh siswa-siswi SMA Kanaan Jakarta tetapi siswa-siswi yang tergabung di ekskul jurnalistik.

Guru Blogger Solusi Alternatif Pendidikan di Era Digital 4.0
Tim Jurnalistik SMA Kanaan Jakarta

Kebetulan saya pembina ekskul tersebut sehingga mudah dalam mengakomodir siswa.

Guru Blogger Solusi Alternatif Pendidikan di Era Digital 4.0
Pelatihan Menulis untuk Tim Jurnalistik Sekolah dari Nulis.Id
Sekitar 4 kali pertemuan tentang dasar-dasar blog rasanya sudah bisa diterima oleh siswa milenial. Langkah selanjutnya melalui 12 anak jurnalistik, saya minta mereka menjadi tutor sebaya, sekaligus membantu saya mengajari tentang seluk beluk blog pada siswa-siswi yang lain.

Proses seperti ini terus berjalan sampai saat ini, diskusi dan pembelajaran kami melalui grup line pada setiap kelas.

Link dari blog yang dibuat harus memakai nama siswa, demikian juga dengan nama blognya.

Hal ini bertujuan untuk memudahkan saya dalam memeriksa pekerjaan siswa secara online melalui blog utama.

Caranya bagimana?

Blog-blog dari siswa-siswi saya kelompokkan menurut kelasnya masing-masing, kemudian saya tautkan ke blog utama milik saya. Kesimpulannya kendala tentang blog bisa diatasi.

Guru Blogger Solusi Alternatif Pendidikan di Era Digital 4.0
Tim Jurnalistik Sekolah mendapat Kunjungan dari Wartawan Net Tv
Selanjutnya kendala kedua soal menulis. Ini adalah tugas saya sebagai guru bahasa Indonesia.

Tidak ada teori yang muluk-muluk untuk diberikan, saya cuma meminta siswa untuk meringkas kembali materi yang saya ajarkan dan dimasukan ke dalam blog. Sedangkan halaman about me saya minta siswa yang bersangkutan untuk menulis profilnya secara lengkap; tujuannya untuk mengenal siswa itu lebih baik. Selain itu, saya pun mempublish latihan soal, maupun tugas-tugas tentang Bahasa Indonesia lengkap dengan kriteria penilaiannya untuk dikerjakan di blog masing-masing.

Selanjutnya hasil penilaian akan saya umumkan via blog utama milik saya.

Jika ada siswa-siswi yang tidak mencapai KKM maka harus memperbaiki disertai dengan hukuman (yang disepakati bersama), yaitu meringkas salah satu mata pelajaran.

Hukuman tentang meringkas pelajaran ini secara perlahan saya jelaskan kepada siswa, maksudnya membiasakan siswa yang bersangkutan untuk menulis.

Manfaat praktisnya apabila guru menyampaikan ulangan tentang topik tertentu pada hari Jumat, sedangkan hari Senin sudah harus ujian; sementara Sabtu dan Minggu libur (waktu siswa bersama keluarga), misalnya berwisata ke Puncak atau berekreasi ke Ancol.

Maka dengan adanya hukuman tersebut, siswa-siswi yang bersangkutan tidak perlu harus membawa buku, cukup membuka blognya dan mempelajari kembali tulisan-tulisan yang diringkas, entah itu pada saat dalam perjalanan atau di saat waktu senggang.

Sampai pada taraf ini maka waktu bersama keluarga dapat terakomodir dengan baik, serta tugas dan tanggung jawab sebagai pelajar teratasi. Hal-hal seperti inilah yang terus saya berikan pengertian dan motivasi kepada siswa untuk tidak memandang seberapa berat hukumannya, melainkan untuk melihat manfaatnya. Dengan harapan besar, bukan hukuman yang membuat siswa itu menulis melainkan kesadaran akan manfaat yang diterima.

Selanjutnya, masalah waktu koreksi dan konsultasi. Bersama siswa kami sepakati, dengan satu pemikiran bahwa Sabtu dan Minggu adalah waktu bersama keluarga tetapi ada tugas dan tanggung jawab yang harus diselesaikan.

Maka komitmen kami adalah setiap hari sabtu pagi pukul 08.00 – 10.00 WIB adalah waktu saya mempublish nilai siswa dan mengoreksi pekerjaan siswa secara online (jika ada). Oleh karena itu, siswa-siswi yang tugasnya akan dikoreksi oleh saya dijam yang telah disepakati harus online; untuk sekedar melihat nilai atau memperbaiki koreksian. Lewat dari jam tersebut tidak dilayani sebab itu adalah waktu untuk siswa dan saya sebagai guru bersama keluarga.

Awalnya memang sulit tetapi jika guru mampu mengajak siswa untuk bertanggung jawab dan disiplin hal ini sangat mengasikkan.

Lantas pertanyaannya, jika demikian apa yang dilakukan saat pelajaran Bahasa Indonesia di kelas?.

Jika 2 jam pelajaran, biasanya 1 jam saya gunakan untuk menjelaskan kembali materi yang telah saya tulis di blog utama dari KD yang diajarkan hari itu.

Satu jam lagi saya memanggil siswa satu persatu untuk menggobrol. Apa yang diobrolkan?

Topiknya bebas.

Intinya, saya berusaha untuk dekat dengan siswa dan terus membangun komunikasi; sebab harus diakui konsep pembelajaran seperti ini akan berhasil jika guru bisa menjaga komitmen dan bisa memotivasi siswa. Selain itu, siswa-siswi harus memiliki rasa tanggung jawab dan disiplin tingkat tinggi sebab antara guru dan siswa dibatasi oleh ruang yang berbeda; sehingga 1 jam tersebutlah waktu bagi saya untuk membangun kembali motivasi siswa, menanamkan arti disiplin dan menumbuhkan rasa tanggung jawab.

Apa yang saya bagikan ini, sampai dengan saat saya menulis artikel ini masih dijalani. Tetapi penerapannya di sekolah yang berbeda, yakni Sekolah Kasih Karunia Jakarta (tahun 2019).

Kendala tentu ada, tetapi kemauan dari siswa-siswi untuk bersama-sama menjalani ide inilah yang membuat saya mampu menjalaninya dan bertahan sampai saat ini.

Kesimpulannya tidak ada siswa-siswi yang sulit untuk diajak bekerja sama dalam menciptakan ide kreatif di era digital; sebab siswa – siswi milenial sangat kreatif. 

Hanya perlu mengambil satu langkah untuk mengenal siswa lebih dekat agar tahu banyak hal tentang mereka. Jika sudah mengenal siswa dengan baik, maka apapun konsep seorang guru termasuk inovasi-inovasi dalam menciptakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan pasti akan berhasil.

Tidak bermaksud mengajari bapak dan ibu guru yang hebat di mana saja berada, saya percaya kualitas murid adalah gambaran kemampuan seorang guru.

Landasan Teori

Siapa sih generasi milenial?. Generasi milenial adalah generasi yang lahir pada kisaran tahun 1980 – 2000 an. Kadang disebut juga dengan generasi Y. Jadi siswa milenial yang saya maksudkan dalam tulisan ini adalah mereka yang lahir mulai dari tahun 2000 hingga 2017.

Kelompok ini lahir saat internet sudah diperkenalkan sehingga generasi milenial mahir dalam teknologi. Oleh karena itu, untuk memahami cara belajar siswa milenial seorang guru dituntut oleh zaman untuk mengemas pelajaran yang dekat dengan dunia anak zaman sekarang. Itu adalah kesimpulan dari pergumulan saya menerapkan pembelajaran berbasis blog di SMA Kanaan Jakarta.

Internet yang terkoneksi melalui sosial media dan platform blog gratis menjadi jawaban saya dalam mengatasi tantangan mengajar di era digitalisasi.

Semangat tersebut dilandasi oleh pemikiran Khoe Yao Tung dalam bukunya Pendidikan dan Riset di Internet yang dikutip kembali oleh Herman J. P Maryanto dalam bukunya yang berjudul Guruku Matahariku (hlm, 30).

Internet memiliki kontribusi signifikan dalam pelajaran di sekolah, diantaranya:

  1. Sebagai sarana interaktif yang didukung oleh basis data yang sangat banyak dan lengkap.
  2. Memungkinkan siswa untuk belajar jarak jauh sehingga kendala ruang dan waktu dapat tereliminasi.
  3. Memungkinkan siswa untuk belajar dengan gayanya sendiri.
  4. Dengan karakteristik internet synchronous dan asynchronous communication memungkinkan siswa untuk belajar sesuai dengan kecepatannya.
  5. Siswa belajar tidak terbatas pada satu saja, yakni gurunya melainkan dimungkinkan untuk dapat memperoleh informasi langsung dari ahlinya.

Apa itu blog?

Sebenarnya saya tidak ingin mengulas hal ini, sebab tulisan dengan topik blog banyak bertebaran di internet yang ditulis oleh para blogger profesional. Tetapi rasanya hambar jika membahas topik blog tanpa menyinggung sedikit secara teoritis apa itu blog.

Sederhananya blog bagi saya adalah buku catatan elektronik yang dibuat oleh seseorang. Isinya bukan hanya tulisan semata, bisa foto atau video tergantung selera pemilik blog.

Guru bangsa yang terkasih, dari sekian banyak manfaat yang ditawarkan blog, apakah masih ada alasan bagi seorang guru untuk tidak menggauli kebaruan teknologi ini?

“Pengen sih tetapi tidak tahu cara membuat blog, Pak”.

Baca: Cara membuat blog tahun 2023

Ada banyak sekali tutorial cara membuat blog di internet, salah satu yang bisa saya rekomendasikan adalah www.sugeng.id seorang blogger profesional yang membahas tentang blog dari awal sampai akhir menggunakan bahasa yang lugas dan mudah untuk dipahami oleh orang awam sekalipun.

Penutup

Pembaca yang terkasih, berdasarkan uraian terdahulu maka dapat saya simpulkan:

Pertama

Dimana saja seorang guru mengabdikan ilmu dan pengetahuannya pasti selalu ada masalah karena yang dihadapi adalah pemuda-pemudi yang masih mencari identitas diri. Tetapi sebagai seorang yang dewasa dan guru profesional yang telah dibekali dengan metode mengajar dan pendekatan yang baik kepada siswa, masalah bisa jadi solusi, tantangan bisa jadi peluang. Dengan syarat, mau berusaha dan mau belajar menerima perkembangan teknologi.

Kedua

Perkembangan zaman yang beriringan dengan maraknya teknologi canggih hadir merambah semua aspek, termasuk dunia pendidikan. Dunia pendidikan akan berhasil mencerdaskan generasi penerus bangsa apabila terbuka dan mau mempelajari hal-hal baru yang disediakan zaman yang terus berkembang.

Ketiga

Blog adalah salah satu solusi alternatif pembelajaran era digital karena siswa-siswi yang dihadapi adalah generasi milenial yang sangat fasih menggunakan internet. Blog adalah bagian dari ratusan aplikasi yang disediakan oleh blogger.com untuk membagikan tulisan (bahan ajar, tugas kepada siswa maupun perolehan nilai), termasuk foto atau video tutorial secara online.

Keempat

Blog bukanlah sesuatu yang baru, sudah banyak blogger professional yang dengan rela membagikan tutorialgratis cara membuat blog kepada siapapun. Satu yang saya rekomendasikan untuk calon guru blogger adalah www.sugeng.id. 

Melalui blog guru bisa menuliskan materi pelajaran, membagikan tugas-tugas sekolah hingga menginput laporan nilai siswa, kemudian dibagikan melalui grup line atau whatsapp. Pada taraf ini ruang dan waktu tidak lagi menjadi kendala bagi guru dan murid untuk belajar. Bukankah ini sesuatu yang sangat menggembirakan bagi dunia pendidikan kita saat ini?

Kelima

Melalui blog, guru bisa melatih diri untuk terus menulis dan menumbuhkan rasa cinta akan literasi kepada peserta didiknya.

Keenam

Blog menjadi pilihan utama saya dalam menjawab tantangan mengajar di era digitalisasi.

Sumber Refrensi

  • Maryanto, Herman; Guruku Matahariku: Merenungi dan Memaknai Profesi, Jakarta: Obor, 2011.
  • Ndraha, Roswittha dan rekan; Tidak Ada Anak yang Sulit: Mendidik Anak dengan Suka Cita dan Cinta yang Melimpah, Yogyakarta: Andi, 2009.
  • http://sugeng.id/tutorial-blogger/

Catatan:

Tulisan ini dalam versi lengkapnya pernah dimuat di penerbit widayasaripress Salatiga-Magelang dengan judul Guru Blogger Solusi Alternatif dalam Menjawab Tantangan Mengajar di Era Digital.
Apa itu Blog dan Apa Manfaatnya untuk Pelajar SMA?

Apa itu Blog dan Apa Manfaatnya untuk Pelajar SMA?

Ilustrasi Desain By Canva

Blog adalah salah satu media online untuk belajar menulis. Manfaat untuk seorang pelajar adalah bisa menulis skripsi sehingga lulus tepat waktu.

Sesuai dengan judul di atas, "artikel receh tetapi jangan dianggap remeh". 

Mengapa? 

Jawabannya karena pertanyaan tentang apa itu blog dan manfaatnya apa sudah dibahas tuntas oleh blogger - blogger sebelum saya. Tulisan mereka lebih berbobot daripada apa yang saya bahas di sini. Jadi saya katakan artikel receh karena tulisan blogger lain tentang apa itu blog dan manfaatnya lebih baik daripada tulisan ini. Untuk membuktinya silakan cari di google dengan kata kunci apa itu blog dan manfaatnya untuk apa, sobat akan menemukan ulasan yang lengkap di sana.

Apa itu Blog dan Apa Manfaatnya untuk Pelajar SMA?: Artikel Receh tetapi Jangan Dianggap Remeh

Selanjutnya jangan dianggap remeh. 

Mengapa demikian?. 

Jawabannya silakan baca terus tulisan ini.

Di tempat saya mengajar ada eskul blogger dan jurnalistik. Dua hal yang dijadikan satu. Berbeda namun sama, sama tetapi berbeda. 

Barangkali eskul blogger hal yang asing daripada eskul jurnalistik, basket dan lainnya. Sehingga ada orang tua yang menanyakan apa hubungannya pelajaran sekolah dengan blog. Saya ingat pertanyaan serupa ditanyakan juga oleh teman blogger di blog saya yang lain. Saya tidak akan jawab pertanyaan tersebut melalui artikel ini karena itu konten saya di blog bertema pendidikan. Tetapi melalui artikel ini saya ingin memberikan pandangan saya secara umum tentang blog dan manfaatnya untuk seorang pelajar SMA.

Apa itu blog?

Jawabannya relatif karena jawaban yang pasti hanya ada pada tujuan sobat membuat blog dan menulis di blog. Silakan baca 4 hal yang perlu dipersiapkan untuk menjadi blogger masa kini.

Jawaban dari saya tentang apa itu blog sebagai berikut;

Pertama blog adalah tempat belajar menulis

Blog adalah tempat belajar menulis karena blog merupakan media sosial berbasis teks. Berbeda dengan instagram berbasis foto atau youtube berbasis video.

Kedua blog adalah sarana untuk belajar hal baru

Blog adalah tempat kita belajar tentang banyak hal, tidak sebatas menulis. Seorang blogger membutuhkan foto sebagai ilustrasi dari tulisannya. Jadi minimal menjadi blogger harus tahu resolusi foto, masalah kamera sampai dengan edit foto. Inilah yang saya maksudkan dengan belajar banyak hal. Pernyataan saya barangkali dibantah seperti ini, "saya tidak butuh semua itu karena saya tidak berminat pada dunia fotografi atau editing foto, apalagi video". 

Oke baik, tetapi saat ini semua serba online. Belajar online, belanja online, pesan ojek online. Jadi suka  atau tidak suka kita harus paham hal - hal dasar yang berhubungan dengan koding. 

Barangkali sobat mau mengatakan seperti ini, "saya bisa hidup kok sir, tanpa koding - kodingan segala".

Yes benar sekali bapak saya di kampung juga masih bisa hidup dan makan pinang dengan santuynya sampai saat ini walau pun beliau tidak paham koding. 

Tetapi putra - putri bapak ibu sekalian akan kuliah dan menulis skripsi. 

Bagian ini silakan lanjut membaca tentang manfaat blog berikut ini.

Manfaat blog

Pertanyaan tentang apa itu blog dan manfaatnya apa untuk pelajar SMA, silakan cari di google jika menginginkan yang ilmiah.

Apa itu Blog dan Apa Manfaatnya untuk Pelajar SMA?: Artikel Receh tetapi Jangan Dianggap Remeh
Jawaban saya tentang manfaat blog berikut ini lebih bersifat reflektif sesuai dengan latar belakang saya sebagai guru.

Baik kita lanjut ya

Manfaat menulis di blog untuk seorang pelajar SMA, menurut saya adalah mempersiapkan mereka untuk sukses di perguruan tinggi. Benar tidak ada sarjana blogger, tetapi setiap mahasiswa sebelum mencapai gelar sarjana pendidikan, kedokteran dan lain - lain dia akan melewati satu tahap yang disebut skripsi. 

Skripsi merupakan kegiatan menulis. Menulis yang baik bukan saja dipelajari tetapi dilatih secara terus menerus. Blog salah satu media untuk melatih menulis.

Jadi jawaban saya tentang apa manfaatnya blog untuk seorang pelajar SMA (sesuaikan dengan konteks pertanyaan di awal), jawabannya mempersiapkan seorang pelajar SMA untuk sukses di perguruan tinggi. 

Apakah ini terdengar sangat klise?

Jika iya maka mari kita belajar Bahasa Indonesia sedikit.

Guru Bahasa Indonesia (SD - Perguruan Tinggi) mengajarkan dua hal, bahasa dan sastra. Kedua hal tersebut di bagi lagi menjadi 4 bagian.

  1. Keterampilan berbicara
  2. Keterampilan menulis
  3. Keterampilan menyimak
  4. Keterampilan membaca
4 hal di atas merupakan tujuan nasional pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah menengah pertama dan atas (SMP dan SMA). 
Sekarang saya akan lanjutkan penjelasannya.

Keterampilan berasal dari kata dasar terampil. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI terampil berarti mampu.
Apa itu Blog dan Apa Manfaatnya untuk Pelajar SMA?: Artikel Receh tetapi Jangan Dianggap Remeh
Dalam konteks ini tentu mampu menulis, parameternya bisa menulis skripsi, jika dikaitkan dengan konteks dan tujuan kehadiran kelas blogger di tempat saya mengajar. 
Supaya menulis skripsi dengan baik dibutuh latihan menulis, latihan menulis bisa di berbagai macam media, blog salah satu media untuk melatih menulis.

Kesimpulannya:

Blog adalah salah satu media online untuk belajar menulis bagi seorang pelajar. Manfaat untuk seorang pelajar adalah bisa menulis skripsi sehingga lulus tepat waktu.
Demikian opini saya tentang apa itu blog dan manfaatnya untuk seorang pelajar SMA. Cukup sekian dulu karena ini konten utama saya di blog yang lain. 

Pertanyaan tentang blog dan manfaatnya untuk pelajar SMA yang saya bahas di sini sangat receh tetapi jangan dianggap remeh soal skripsi. 

Apakah sobat pernah punya pengalaman 'horor' dengan dosen saat konsultasi proposal penelitian atau skripsi?. Silakan berbagi barangkali bisa jadi gambaran untuk siswa - siswi saya di sana. 

Martin Ruma 
Guru kampung 

Sript Fanpage Facebook untuk Blog Terbaru 2023

Sript Fanpage Facebook untuk Blog Terbaru 2023

Sript Fanpage Facebook untuk Blog Terbaru 2023
Blog dan fanpage facebook untuk beberapa orang blogger menjadi keharusan. Namun ada juga blogger yang tidak menggunakan fanspage facebook di blognya. Semuanya tergantung selera masing-masing blogger. Bagi sahabat blogger yang ingin membuat fanpage untuk blognya silakan gunakan skript berikut ini

<div id="fb-root"></div>
<script>(function(d, s, id) {
  var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
  if (d.getElementById(id)) return;
  js = d.createElement(s); js.id = id;
  js.src = "//connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&appId=483767385088491&version=v2.0";
  fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, 'script', 'facebook-jssdk'));</script>
<div class="fb-page" data-href="https://www.facebook.com/martinusruma"  data-width="300" data-hide-cover="false" data-show-facepile="true" data-show-posts="false"></div>
Ganti
https://www.facebook.com/martinusruma
dengan alamat fanpage sobat.
Hasilnya kira - kira sebagai berikut:

Demikian sharing tentang fanpage facebook untuk blog terbaru tahun 2023. Script di atas saya peroleh dari bung Frangky ketika membeli template blog takis theme. Semoga bermanfaat. Saya pun menggunakan sript tersebut
Cara Mengatasi Gambar yang Tidak Muncul di Postingan Blog di Tahun 2023

Cara Mengatasi Gambar yang Tidak Muncul di Postingan Blog di Tahun 2023

Cara Mengatasi Gambar yang Tidak Muncul di Postingan Blog
Mohon maaf judul tulisan ini seperti orang jual obat. Tetapi memang cara mengatasi gambar yang tidak muncul di postingan blog sangat mudah.

Ini cara saya mengatasinya.

Pertama masuk ke postingan blog dan pilih postingan yang gambarnya akan dimunculkan.

Cara Mengatasi Gambar yang Tidak Muncul di Postingan Blog

Kedua ubah terlebih dahulu tampilan menulis ke tampilan HTML.

Cara Mengatasi Gambar yang Tidak Muncul di Postingan Blog

Bila mengalami kesulitan silakan baca cara mengubah HTML blogspot menjadi tulisan biasa.

Langkah ketiga ganti resolusi URL blog.

Caranya cari kode seperti ini w640 - h328 di HTML blog.

Cara Mengatasi Gambar yang Tidak Muncul di Postingan Blog


w640 - h328

Silakan ubah huruf 'W' menjadi 'S' kemudian simpan dan lihat hasilnya. 

Catatan penting.

  • Kode yang dimaksud letaknya dekat dengan gambar.
  • Kode tersebut bisa bermacam - macam, ada yang w796 - h427, w600 - h321 namun huruf W dan h tidak berubah jika gambar tidak muncul. 
Apabila gambar muncul huruf W jadi S
  • Resolusi yang sering saya pakai adalah s332 - h227. Misalnya kodenya  w640 - h328  saya ubah menjadi s332 - h227
Silakan ikuti apa yang saya lakukan jika bapak ibu ingin resolusi gambarnya lebih kecil, jika tidak maka cukup mengubah W menjadi S saja.
Demikian tutorial tentang cara mengatasi gambar yang tidak muncul di postingan blog, versi guru kampung. 

Di luar sana ada banyak cara tetapi cara inilah yang sering saya gunakan. 

Cara Mengganti Template Blog: Tugas Pramuka Sekolah Kasih Karunia Jakarta Tahun 2023

Cara Mengganti Template Blog: Tugas Pramuka Sekolah Kasih Karunia Jakarta Tahun 2023

Cara Mengganti Template Blog: Tugas Pramuka Sekolah Kasih Karunia Jakarta Tahun 2023
Kegiatan Pramuka di Sekolah Kasih Karunia Jakarta/Foto Marcos XI IPS
Anak - anak ketika melihat foto ini saya berharap kalian masih ingat dengan apa yang saya sampaikan dan tahu apa yang harus dilakukan.
Cara Mengganti Template Blog: Tugas Pramuka Sekolah Kasih Karunia Jakarta Tahun 2023
Literasi digital Gugus Depan SMA Kasih Karunia Jakarta/Foto Marcos XI IPS
Terima kasih yang sudah kirim tugasnya kepada saya, dan bagi yang belum tulisan ini semoga bisa mengingatkan kalian. Sekaligus pencerahan bagi yang tidak tahu cara mengganti template blognya.

Mengingat Kembali

Kegiatan Pramuka, Rabu 18 Januari 2023 di aula sekolah, saya sampaikan 3 hal berikut ini kepada seluruh anggota pramuka.

  1. Ganti template blog dari template bawaan blogspot ke template gratisan (download).
  2. Menulis 3 artikel bebas dengan panjang minimal 300 kata di blog kalian masing-masing.
  3. Desain blog menarik. Indikator menarik yang saya maksudkan adalah sebagai berikut:
  • Templatenya sudah ganti.
  • Desainnya menarik, indikator menarik bersifat relatif, namun yang saya maksudkan adalah pemilihan warna yang membuat orang nyaman membaca tulisan yang kalian buat di blog masing - masing. 
  • Memiliki profil tentang saya, artikel terpopuler dan label blog.
Cara Mengganti Template Blog: Tugas Pramuka Sekolah Kasih Karunia Jakarta Tahun 2023

Lebih jelasnya silakan lihat tampilan beranda blog ini . 

Cara Mengganti Template Blog

Bagi teman - teman yang mengalami kesulitan mengganti template blog, harap simak dengan teliti penjelasan berikut ini.

Pertama siapkan laptop yang terhubung dengan internet.
Kedua buka google dan cari template blog gratis di internet.
Cara Mengganti Template Blog: Tugas Pramuka Sekolah Kasih Karunia Jakarta Tahun 2023
Akan muncul banyak pilihan, supaya mempermudah kalian silakan pergi ke btemplates dan
download template yang ada di sana.
Cara Mengganti Template Blog: Tugas Pramuka Sekolah Kasih Karunia Jakarta Tahun 2023

Ketiga cari hasil downloadnya di laptop kalian masing - masing.
Cara Mengganti Template Blog: Tugas Pramuka Sekolah Kasih Karunia Jakarta Tahun 2023
Jangan lupa hasil download templatenya diekstrack dulu, biar memudahkan kalian untuk cari filenya.

Setelah ketemu lakukan tahapan sebagai berikut:
  1. Buka template yang sudah didownload. Caranya klick kanan pada mouse, buka open with lalu pilih noped. Selengkapnya lihat gambar berikut.
    Cara Mengganti Template Blog: Tugas Pramuka Sekolah Kasih Karunia Jakarta Tahun 2023

  2. Kontrol A (CTRL + A) dan copy semua kode HTML yang ada.
    Cara Mengganti Template Blog: Tugas Pramuka Sekolah Kasih Karunia Jakarta Tahun 2023
  3. Buka blog kalian, dan pilih tema. Setelah pilih tema silakan click icon pensil. (lihat tanda panah nomor 2)!
    Cara Mengganti Template Blog: Tugas Pramuka Sekolah Kasih Karunia Jakarta Tahun 2023

  4. Selanjutnya pilih Edit HTML, lalu kontrol A (CTRL + A) dan delete semua kode HTML yang ada dan PASTEKAN kode HTML blog yang didwonload dan jangan lupa simpan. Caranya click icon hardisck di pojok kanan atas.
    Cara Mengganti Template Blog: Tugas Pramuka Sekolah Kasih Karunia Jakarta Tahun 2023
    Sampai di sini berarti proses pergantian template blog, dari template bawaan blog ke template gratis sudah selesai. Selanjutnya anda tinggal masuk tata letak dan lengkapi dengan informasi tentang saya, artikel terpopuler dan label blog. Bila ada artikel terbaru itu lebih baik lagi.

Tulisan Wajib di Blog Kalian.

Tulisan yang wajib ada di blog kalian adalah sebagai berikut.
  1. Minimal ada 3 tulisan imajinasi bebas dari kalian (sudah termasuk profil). Contohnya bisa baca postingan yang berjudul Gadis Taiwan yang Mengajari Kita Bagaimana Seharusnya Menjadi Indonesia atau tulisan tentang dirimu sendiri.
  2. Minimal ada 3 tulisan yang berhubungan dengan sekolah, seperti rangkuman materi PPKN atau tugas - tugas sekolah yang saya minta anda buat di dalam blog.
Jadi total artikelnya ada 6, dengan minimal kata 300. Itu baru mendapatkan nilai KKM. Untuk mendapatkan nilai lebih, tergantung desain blog dan jumlah artikel dalam blog kalian secara keseluruhan. Bila hanya untuk mencari aman, yakni KKM maka kalian cukup tulis 6 artikel selama 1 tahun.
6 Artikel selama setahun itu hal yang sangat amat mudah. Namun bila itu pun masih sulit buat kalian menulis maka satu - satunya cara untuk menyelamatkan diri adalah baca artikel yang berjudul Susah Menulis, Begini Cara Mengatasinya.
Demikian penjelasan tentang tugas pramuka dan cara mengganti template blog. Harapannya semoga membantu dan bila ingin terbaik maka berikan juga yang terbaik.

Salam semangat buat kalian semua, anak - anak yang hebat.
Script Box untuk Mempercantik Postingan Blog di 2023

Script Box untuk Mempercantik Postingan Blog di 2023

Script Box untuk Mempercantik Postingan Blog di 2023
Bermula dari script box templete viomagz yang menurut saya tampilanya kurang sreg di hati, (tetapi templatenya sangat keren). Akhirnya saya coba cari tahu, bagaimana cara membuat script box dalam postingan blog. Hasilnya melalui tutorial dari petani kode, saya coba buat namun gagal. Script yang ada saat ini bukan milik saya, tetapi saya ambil dari ferisp.com yang dimodifikasi ulang tampilannya.

Tampilan 1

<div style="background-color: #f6f6f6; border: 1px solid #009ee0; border-radius: 0 10px 10px 0; padding: 17px; text-align: left;">
Script di sini...
</div>

Tampilan 2

<div style="background-color: #f6f6f6; border-top: 5px solid #009ee0; padding: 17px; text-align: left;">
Script di sini...
</div>

Tampilan 3

<div style="background-color: #f6f6f6; border-top: 5px solid #009ee0; border-left: 5px solid #009ee0; padding: 17px; text-align: left;">
Script di sini...
</div>

Tampilan 4

<div style="background-color: #f6f6f6; border-left: 5px solid #009ee0; border-radius: 10px; padding: 17px; text-align: left;">
Script di sini...
</div>

Tampilan 5

<div style="background-color: #f6f6f6; border-radius: 10px; border: 5px outset #fafafc; padding: 17px; text-align: left;">
Script di sini...
</div>

Tampilan 6

<div style="background-color: #f6f6f6; border: 5px #009ee0 Double; padding: 17px; text-align: left;">
Script di sini...
</div>

Tampilan 7

<div style="background-color: #f6f6f6; border-left: 5px #009ee0 Double; padding: 17px; text-align: left;">
Script di sini...
</div>

Tampilan 8

<div style="background-color: #2c323c; color: #fff; border-left: 5px solid #800000; padding: 17px; text-align: left;">
Script di sini...
</div>

Tampilan 9

<div style="background-color: #e6f7ff; border-radius: 10px; padding: 17px; text-align: left;">
Script di sini...
</div>
Jangan lupa baca juga Cara Membuat Quotes Keren dalam Postingan Blog Menggunakan Script Box