Bahkan tidak jarang pada taraf yang sejujurnya agak sedikit rasis, saya bicara apa, eh malah ditanggapi seperti ini, "kaka sumber air su dekat" dan tentunya gimik - gimik lucu nan menjengkelkan yang lainnya. Bila para sahabat (rekan guru atau patner bisnis) yang pernah mengalami hal yang sama dengan saya maka tips komunikasi yang efektif ala Martin Ruma berikut ini layak untuk dicermati.
1. Anda harus tahu dengan siapa anda berkomunikasi
Bila berada dalam satu komunitas (misalanya bisnis, tempat kerja (ruang guru) atau komitas kategorial), hal pertama yang harus dilakukan adalah bertanya, saya berbicara dengan siapa?
Melalui pertanyaan tersebut secara tidak langsung membuat kita mencari tahu latar belakang lawan bicara kita.
- Oh dia seorang pebisnis jaringan yang tertarik terhadap teknologi komunikasi.
- Oh dia seorang guru yang sedang mencari bisnis sampingan.
Bila lawan bicaramu adalah seorang pebisnis jaringan yang tertarik terhadap teknologi maka anda bisa mengawali pembicaraan dengan teknologi komunikasi yang sedang viral. Misalnya tiktok, instgaram atau youtube.
Mulailah pembicaraan dengan menyampaikan manfaat youtube sebagai sarana promosi bisnis atau manfaat instagram untuk memperkenalkan bisnismu. Melalui cara itu maka dengan sendirinya pembicaraan akan berkembang.
Hal yang sama bisa anda lakukan bila lawan bicaramu adalah seorang guru yang sedang mencari bisnis sampingan.
Langkah pertama untuk memulai pembicaraan adalah "susah ya mendapatkan pekerjaan sampingan di masa pandemi seperti ini".
Dia akan menyambut anda dengan kata, "iya" "saya juga sedang mencari peluang bisnis yang mungkin bisa dijalankan dimasa sulit ini".
Selanjutnya pembicaraan dengan sendirinya akan berkembang. Pertanyaan sekarang bagimana menjaga pembicaraan agar efektif dan efisien.
Dalam kegiatan belajar mengajar, ini hal yang paling penting. Setidaknya ada dua indikator penting menurut saya.
Pertama sekolah adalah lembaga pendidikan formal yang bertugas membentuk karakter peserta didik. Bila pendidiknya susah untuk menempatkan posisinya sebagai orang yang diguguh dan ditiru, maka rasa-rasanya sulit untuk mengharapkan murid memiliki karakter dan komunikasi yang baik dengan sesamanya yang mereka jumpai.
Kedua soal etika komunikasi murid ke guru. Bila salah menempatkan posisi maka relasi antara guru dan murid hemat saya menjadi tidak baik-baik saja. Soal ini saya bahas tuntas di channel youtube gubanesia dengan judul
Penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Silakan simak jika sobat tertarik untuk melihatnya.
2. Miliki Kemampuan Mendengar
Relasi komunikasi yang berhasil letaknya pada kemampuan kita mendengarkan orang lain. Sifat manusia ingin didengar dan dimengerti, apabila selama pembicaraan kita monopoli pembicaraan, apalagi sampai memotong pembicaraannya maka itu hal yang sangat buruk dalam bisnis atau membangun relasi yangberhasil antara manusia, di sekolah, ruang guru atau di mana pun kita berada.
Sederhana alasannya manusia ingin didengar dan dimengerti. Apakah dia akan senang apabila anda memotong pembicaraannya?. Tentunya tidak, ini berlaku juga dalam relasi antara guru dan murid di sekolah. Penjelasan lebih spesifik bisa simak ulasan singkat berikut ini.
Anak yang datang dari rumah ke sekolah membawa beban tersediri. Di sekolah ia ingin "bebas" sejenak dari rutinitas rumah. Oleh karena itu, gaya komunikasi guru menjadi penting. Kemampuan dalam mendengarkan sangat diharapkan oleh seorang siswa.
Baca 3 Cara yang Wajib Dijalankan oleh Guru dan Orang Tua dalam Menghadapi Murid (anak) zaman sekarang.
Jadi kesimpulannya komunikasi antara manusia akan berhasil apabila kita bisa menjadi pendengar yang baik dan tahu tahu dengan siapa anda berbicara. Semoga bermanfaat.